Sabtu, 31 Januari 2015

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI ATURAN PEGADAIAN DI ZAMAN BELANDA

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI ATURAN PEGADAIAN DI ZAMAN BELANDA
.
Ivan Taniputera
31 Januari 2015
.



Judul: Pandhuis-Regie (Rumah Gadai)
Merupakan serial Handleiding Ten Dienste van de Inlandsche Bestuurambtenaren op Java en Madoera (Petunjuk Dalam Bertugas Bagi para Pegawai Negeri di Jawa dan Madura).
Penerbit: N. V. Uitoevers-Maatschappij  "Papyrus," 1919.
Jumlah halaman: 61
Bahasa: Indonesia dan Belanda.

Buku ini membahas mengenai aturan pegadaian di Zaman Belanda. Sebagai contoh, terdapat aturan sebagai berikut:

(1) Di tanah Djawa dan Madoera ja'itoe didalam daerah atau bagiannja, jang akan ditentoekan oleh Toewan Besar Goebernoer-Djenderal, moelai dengan karesidenan Banten, Betawi, dan Prijangan, dengan waktoe jang ditetapkan oleh Toewan besar, maka moelai oesaha roemah-gadai dipegang oleh Goebernemen sendiri...."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.









Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 27 Januari 2015

BUKU TENTANG SELUK BELUK AGAMA TIONGHOA

BUKU TENTANG SELUK BELUK AGAMA TIONGHOA
.

Ivan Taniputera
27 Januari 2015
.



Judul: Agama Tionghoa.
Terdapat keterangan:
"Menerangken maksoed dan atsal-oetsoelnja hari raja, pamoedja'an pada machloek-machloek soetji, adat kabiasa'an dan traditie jang berhoeboeng dengen kapertjaja'an Tionghoa, dengen dibanding sama kapertjaja'an dan adat kabiasa'an dari laen-laen bangsa dan agama."

Penulis: Kwee Tek Hoaij (1886-1951)
Penerbit: Drukkerij "Moestika" Tjitjoeroeg, 1937
Jumlah halaman: 118

Buku ini membahas berbagai aspek mengenai keyakinan beserta tradisi yang dianut oleh bangsa Tionghoa. Pada halaman 1 terdapat pengantar sebagai berikut: " Jang dinamaken "Agama Tionghoa" ada termasoek tiga agama jang pada djeman Tjhingtiauw telah diakkoe sah sabagi Agama Negri oleh pamarentah di Tiongkok, jaitoe Khong Kauw, (Confucianisme) Hoed Kauw (Buddhisme) dan Too Kauw (Taoisme). Sabetoelnja kapertjaja'an orang Tionghoa kabanjakan ada ratjikan atawa gaboengan dari itoe tiga matjem agama, hingga tiada banjak terdapet Confucianists, Buddhists atawa Taoists jang tjoemah pegang satoe agama sadja..."

Selanjutnya terdapat penjelasa lagi:

"Di Java, lantaran pada tempo doeloe ampir samoea orang Tionghoa beristri dengen prampoean priboemi itoe kapertjaja'an tjampeor adoek dari Tiongkok (Hokkian) telah bertambah lagi dengen kapertjaja'an orang priboemi, jaitoe Djawa atawa Soenda, sedeng di Batavia, jang di djaman doeloe ada djadi poesatnja perdagangan boedak, ................."


Pada halaman 2 terdapat penjelasan tentang perayaan tahun baru Tionghoa:

"Kaloe orang Tionghoa, di harian Taon Baroe Tjiagwee Tje-it, bertemoe dengan sobat-sobat jang sama pantaran, iaorang biasa oetjapken "Hoo Sin Tjoen" atau "Sin Tjoen Kiong Hie," jang dianggep sebagi mengoetjap "Slamet taon baroe," atawa "Bergirang boeat kadatengannja taon baroe."
Tapi itoe perkata'an "Sin Tjoen" sabetoelnja boekan dimaksoedkan "Taon Baroe," hanja Moesim Semi jang baroe..."

Berikut ini adalah daftar isinya:











Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU NOVEL MELAYU TIONGHOA MENGENAI SEORANG IBU YANG TERLALU MEMENTINGKAN UANG

BUKU NOVEL MELAYU TIONGHOA MENGENAI SEORANG IBU YANG TERLALU MEMENTINGKAN UANG
.
Ivan Taniputera
26 Januari 2015
.



Judul: Pengaroehnja Oeang Atawa Iboe Jang Terkoetoek: Satoe Tjerita Jang Bener Telah Kedjadian di Batavia.
Penulis: Korban
Penerbit: Boek en Handelsdrukkerij Ang Sioe Tjing, Soerabaia, 1922
Jumlah halaman: 134

Buku ini mengisahkan seorang gadis Tionghoa dan ibunya yang hidup miskin. Karena ibunya yang terlalu mementingkan uang, maka pernikahan puterinya selalu gagal. Kisah ini dibuka sebagai berikut:

"Tjerita diloearan

Sedeng boeroeng-boeroeng tinggalken sarang, di itoe waktoe kampoeng Kaliwasa Tangkit ada bererot orang-orang Boemipoetra dengen pikoelan krandjang maoe pergi ke Pasar Pagi.
Ini orang-orang ada toekang roedjak, toekang soto dan laen-lane pertoekangan jang belandja ke pasar boeat dagangannja. Marika berdjalan sembari tiada oetjapken sepata-kata, seperti djoega membantoe kasepian pagi. Sala satoe diantaranja dengen soeara berbisik pada temennja telah oendjoek ke satoe roemah goebok jang ada toemboe poehoen boea nona.
"Siman apa kau taoe, siapa jang tinggal di itoe roemah?" menanja itoe orang Boemipoetra pada temennja jang ternjata bernama Siman. "Orang jang tinggal disitoe tjoema berdoea'an sadja, jaitoe satoe njonja Tionghoa soedah setengah toea bersama anak prempoeannja jang baroe beroemoer lima belas taon. Itoe njonja orang sering seboet njonja Hoat, sedeng anaknja sering orang panggil nona Kang...."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 25 Januari 2015

BUKU ATURAN TENTANG PERKREDITAN RAKYAT DI ZAMAN BELANDA

BUKU ATURAN TENTANG PERKREDITAN RAKYAT DI ZAMAN BELANDA
.

Ivan Taniputera
26 Januari 2015
.



Judul : Het Volkscredietwezen (Serial Handleiding ten Dienste van de Inlandsche Bestuurambtenaren op Java en Madoera)
Penerbit: Departement van Binnenlandsch-Bestuur, Drukkerij Ruygrok & Co., Batavia, 1920.
Jumlah halaman: 113
Bahasa: Indonesia dan Belanda.

Buku ini membahas mengenai aturan perkreditan rakyat di zaman Belanda. Sebagai contoh pada halaman 11 terdapat:

"Harta jang ditanggoengkan sekali-kali tidak boleh dipandang oentoek pembajar oetang, baik oleh si pemindjamkan oewang, maoepoen oleh si pemindjam; pendeknja tanggoengan itoe djangan diartikan lain dari soewatoe oepaja oentoek mentjegah soepaja pemindjam wang djangan dapat roegi."

Pada halaman 13:

"Tanggoengan-oetang hanjalah boleh diberikan oleh orang, jang berhak mendjoewal barang jang ditanggoengkan itoe..."

Pada halaman 53:

"Bilamana jang beroetang tida mentjoekoepi kewadjibannja dan pembajaran itoe diganti dengan barang jang djadi tanggoengan, maka barang itoe atas perintah hakim boleh dilelang."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





Berikut ini adalah daftar isinya:









Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 24 Januari 2015

BUKU RAMALAN PETANGAN KONG BENG KWA YANG LUAR BIASA

BUKU RAMALAN PETANGAN KONG BENG KWA YANG LUAR BIASA

.
Ivan Taniputera
24 Januari 2015
.



Judul: Kong Beng Kwa.
Terdapat keterangan:
jaitoe: Ilmoe meramalken jang amat moedjidjat boeat dapet taoe tentang peroentoengan manoesia jang bakal mendatengi, menoereot petang-petangannja: Tjoe-Kat Boe Houw Kong Beng
Penulis: Tan Boen Kim (1887-1959)
Penerbit: Drukkerij "De Pertoendjangan," Weltevreden, Batavia (Jakarta), 1924.
Jumlah halaman: 95

Buku ini berisikan ramalan-ramalan dengan menggunakan 5 keping uang logam. Caranya sangat sederhana, kita memikirkan pertanyaannya dan mengocok uang logam itu lalu membariskan hasilnya. Misalnya kita peroleh Gambar-Angka-Gambar-Gambar-Gambar, maka itu adalah petangan nomor 3, yang disebut Kiok Tit, kita lalu tinggal mencari jawabannya.

Misalnya bertanya masalah kehilangan barang, maka jawabannya adalah:

"Kailangan, barang itoe tida djaoe."

Di dalamnya terdapat pula periwayatan singkat mengenai Kong Beng (Zhuge Liang) beserta beberapa jenderal ternama Tiongkok lainnya:

"Sabagi Generaal, Kong Beng boleh diseboet satoe Djendraal jang gaga dan arif-bidjaksana; kerna moesoe jang ditaloeki olenhja boekan tjoema digoenaken sadja kakoeatan sednjata boeat kalaken di lahir, hanja dengen priboedi dan kabedjikan, dibikin toendoek sampe di batin. Begitoelah toedjoe kali tangkep Beng Hek bersama permeisoeri dan hoeloebalangnja, toedjoe kali telah lepas kombali, sampe achirnja itoe radja jang tanggoe, bandel dan tida kenal apa artinja takoet, djadi taloek betoel-betoel..." (halaman 9).

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:








Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 22 Januari 2015

BUKU RAMALAN ATAU PETANGAN DENGAN KARTU DOMINO

BUKU RAMALAN ATAU PETANGAN  DENGAN KARTU DOMINO
.
.
Ivan Taniputera
22 Januari 2015
.
.



Judul: Elmoe Petangan Oleh Pendapetannja Swatoe Nabi jang berilmoe tinggi Digoenaken Dengen 21 bidji mata kaartoe seperti ini tjonto
Penerbit: Elect. Druck Kho Tjeng Bie & Co., Pintoe Besar Batavia, 1922
Jumlah halaman: 24

Buku ini membahas metoda ramalan atau petangan menggunakan kartu domino.

Caranya adalah dengan memilih salah satu di antara 21 pertanyaan berikut ini:

1. Dari kita orang poenja pengharepan bole dapet apa tida.
2. Pegimanakah kita orang poenja peroentoengan.
3. Pegimana apa kita dapet oentoeng atau roegi.
4. Apa kita tetep tinggal di sini apa di lain negri.
5. Orang njang pigi apa kombali apa tida.
6. Barang njang ilang dapat kombali apa tida.
7. Ini sobat betoel ati apa tida.
8. Kita berdjalan  apa slamet apa dengen soesah.
9. Pegimana hatinja itoe orang kras tjinta apa tidak.
10. Ini kawinan djadinja baik apa tiada.
11. Apa bini atawa apa laki kita nanti dapet.
12. Itoe boenting branak laki apa branak prampoewan.
13. Orang njang sakit boleh baik apa mendjadi mati.
14. Orang di dalem kesoesahan dapet ampoen apa tidak.
15. Ini ari banjak tjilaka apa banjak baiknja.
16. Pegimana artinja itoe mengimpi baik apa tida.
17. Pegimana mendapetnja badan kakedoettan.
18. Beroentoeng di darat atawa di laoet.
19. Ini bitjara djadi oentoeng apa djadi kalahnja.
20. Orang njang pigi prang mati apa idoep adanja.
21. Belaki bini betjere balik kombali apa tiada.

Lalu kita menarik satu kartu domino dan melihat hasilnya. Hasil penarikan kartu domino lalu dicocokkan pada lembaran petangan atau ramalan sebagai berikut.




Sebagai contoh kita menanyakan pertanyaan nomor 2 dan mendapatkan kartu domino bermata 3-6. Kita cari nomor 2 pada lajur paling kiri lalu bergerak ke kanan hingga di bawah kartu bermata 3-6 (pada angka 7-ini akan menjadi nomor jawabannya). Didapatkan huruf H.

Selanjutnya kita mencari pada halaman jawaban, yakni pada huruf H, dan baca jawaban nomor 7, yang berbunyi:

"Kaoe poenja oentoeng dengen plahan boleh dapet."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Catatan: Bagian T dan U hilang, sehingga kami rekonstruksi dan tulis ulang dari sumber lain.

Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 18 Januari 2015

BUKU TERJEMAHAN DAN URAIAN DAO DE JING (道德經 TAO TEH KING)

BUKU TERJEMAHAN DAN URAIAN DAO DE JING (道德經 TAO TEH KING) 
.

Ivan Taniputera
18 Januari 2015
.


Judul: Tao Teh King 道德經

Terdapat keterangan:

"Kitab peladjaran philosofie Tionghoa jang paling koeno, menerangken azas-azas dari Taoisme, atawa ilmoe boeat mendapet katentreman dan kabebasan hidoep."

Penulis: Kwee Tek Hoaij (1886-1951)
Penerbit: Drukkerij "Moestika," Tjitjoeroeg, 1938
Jumlah halaman: 349

Buku ini berisikan terjemahan dan uraian mengenai Dao De Jing. Berikut ini adalah daftar isinya:



Pada bagian Moekadamat disebutkan sebagai berikut:

"Ini salinan dari TAO TEH KING dengen katerangannja soedah dimoeat dalem mandblad Moestika Dharma moelai dari Mei 1935 No 38 sampe Maart 1938 No 72- berdjalan lamanya 35 boelan."

Pada halaman 1 dapat kita baca:

"Itoe kitab jang terkenal sebagi "Tao Teh King" brangkalih doeloenja ada berbeda dari sekarang. Menoeroet achli hikajat Ssu-ma Chien, itoe kitab tjoemah dipetjah mendjadi doea bagian; jang pertama membitjaraken Tao dan jang kadoea Teh..."

Berikut ini adalah kutipan terjemahan bagian pertama Dao De Jing:

"1. Tao jang bisa dibitjaraken dengen perkataan boekan ada Tao sedjati jang bersifat kekel.
2. Nama dari saroepa sifat jang orang bisa seboet, boekan mengoendjoek sifat jang betoel dan kekel.
3. Apa jang soedah ada sablonnja tertjipta Langit dan Boemi itoelah dinamaken Kakosongan..." (halaman 13)

Selanjutnya pada bagian uraian dapat kita baca antara lain sebagai berikut:

"Antara kosong dan berisi, doea-doea ada menggenggem sifat kabaekan. Gendi jang tida poenja kakosongan di dalemnja, tida bisa dipake boeat tempat aer. Dalem hal membikin apa-apa, soeker dan gampang selaloe berada sama-sama, begitoe poen pandjang dan pendek, deket dan djaoe, tinggi dan rendah, jang masing-masing mempoenjai kagoena'an sendiri.."

Ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU BERUSIA 140 TAHUN LEBIH MENGENAI KONDISI ALAM NORWEGIA

BUKU BERUSIA 140 TAHUN LEBIH MENGENAI KONDISI ALAM NORWEGIA


Ivan Taniputera
18 Januari 2015
.


Judul: Die Glanzenwelt Norwegens: Ein Beitrag zur Natur- und Culturgeschichte Nord-Europas.
Penulis: Dr. F. C. Schübeler
Penerbit: A. W. Brøgger's Officin, 1873
Jumlah halaman: 88, ditambah 15 halaman peta.
Bahasa: Jerman

Ini adalah buku yang mengenai kondisi alam, fauna, dan iklim di Norwegia. Dengan mempelajari buku ini, maka kita dapat mengetahui bagaimana keadaan alam dan iklim di masa itu, serta mencoba membandingkannya dengan kondisi sekarang. Apakah dampak efek rumah kaca terhadap alam?

Buku ini sebagai contoh membahas mengenai temperatur di Norwegia, yang mana di halaman 10 diungkapkan sebagai berikut:

"...die Mitteltemperatur der drei kältesten Wintermonate kaum bis zum Gefrierpunkt hinabsteigt, und in den Sommermonaten nicht 17° Wärme überschreitet.."

Terjemahan:

"Suhu rata-rata pada tiga bulan musim dingin paling dingin, jarang naik hingga mencapai titik beku, dan pada bulan-bulan musim panas, suhunya tidak melebihi 17°."

Pada halaman 30 dibahas mengenai badai:

"Gewitter kommen verhältnissmässig wenig in Norwegen vor. Sie treten überall vorzüglich in den Sommermonaten auf. Wintergewitter findet man fast nur and der Westküste, von Lindesnes bis Andenes; sie sind die Begleiter der starken westlichen Stürme..."

Terjemahan:

"Badai hadir relatif sedikit di Norwegia. Ia juga muncul dimana-mana terutama di bulan-bulan musim panas. Badai musim dingin hanya di pantai Barat, yakni dari Lindesnes hingga Andenes. Ia hadir menyertai angin topan barat.."

Terdapat pula daftar burung-burung yang ada di Norwegia.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 16 Januari 2015

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI KOMPONEN REM VAKUM (VACUUMREM) PADA KERETA API

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI KOMPONEN REM VAKUM (VACUUMREM) PADA KERETA API

Ivan Taniputera
15 Januari 2015




Judul: Staatsspoorwegen Op Java. Populaire Berschrijving van de Vacuumreminrichting, terdapat pula judul dalam bahasa Indonesia: "Katerangan dari Perkakas Vacuumrem jang Tergampang."
Penerbit: G. T. C. van Dorp, Semarang-Soerabaia, 1909
Jumlah halaman: 27
Bahasa: Belanda dan Indonesia.

Buku ini memuat seluk beluk komponen rem vakum (Vacuumrem) pada kereta api. Sebagai contoh adalah persiapan yang harus dilakukan pada komponen tersebut saat kereta hendak berangkat:

"Waktoenja trein disediaken boewah berangkat ada die stattion pertama maka segala pipa dan segala remcilinder baik die bawah baik die atasnja zuiger itoe semoewanja misik isi hawa. Maka sekarang remcilinder kaloe die gambar terbelah di tengahnja, roepanja seperti die gambaran No.7 sedangpoen soepaja rem bolih die paki, maka keadaannja moesti sepergie njang tergambar di gambaran No.3 ....." (halaman 11).

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.






Berikut ini adalah gambar lipat yang terdapat dalam buku tersebut.




Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com

Rabu, 14 Januari 2015

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI ANJURAN MENJAUHI CANDU

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI ANJURAN MENJAUHI CANDU

Ivan Taniputera
14 Januari 2015
.



Judul : Dari Hal Tjandoe
Penulis: N. K. Bieger
Penerjemah: H. A. Salim, yang kemungkinan adalah Haji Agus Salim (1884-1954)
Penerbit: Commisie voor de Volkslectuur, 1919
Jumlah halaman: 19

Buku ini memberikan nasihat bagi kita agar menjauhi candu. Berikut ini adalah daftar isinya:




Di dalamnya disebutkan bahwa orang yang tertipu oleh candu adalah sosok yang patut dikasihani (halaman 8):

"Akan tetapi orang, jang saja tjeritakan itoe, teroetama sekali haroes kita kasihani, karena ija mentjari tjandoe itoe, oleh sebab disangkanja perloe akan mengobati goendah hatinja, laloe ija tertipoe oleh tjandoe itoe..."

Disarankan pula agar seseorang jangan meniru-niru hal-hal yang tidak baik dari orang lain (halaman 9):

"Teroetama sekali saja ingat orang-orang jang soeka "meniroe-niroe" orang lain, ja'itoe pemoeda-pemoeda jang soeka meniroe teladan orang jang soedah lebih toewa. Pemoeda-pemoeda itoe menjangka, bahwa mereka mendjadi "besar", apabila ditiroenja kelakoean orang jang soedah besar itoe!..."

Selain terdapat seruan agar rumah-rumah madat (tempat mengisap candu)  ditutup saja.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Buku ini sangat bermanfaat mencegah generasi muda terjatuh ke dalam pengisapan candu.

Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 10 Januari 2015

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI UNDANG-UNDANG PAJAK DAN KEPEMILIKAN ANJING DI ZAMAN BELANDA

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI UNDANG-UNDANG PAJAK DAN KEPEMILIKAN ANJING DI ZAMAN BELANDA
.

Ivan Taniputera
10 Januari 2015
.



Judul: Handleiding Ten Dienste van de Indlandsche Bestuurambtenaren No. 21/ L. N. H.: Hondsdolheid-Ordonnantie. Instituut-Pasteur Te Weltevreden. Hondenbelasting.
Penerbit: Departement van Binnenlandsch-Bestuur, 1919
Jumlah halaman: 107
Bahasa: Belanda dan Indonesia.

Buku ini membahas mengenai aturan pajak beserta kepemilikan pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Buku merupakan buku dwi bahasa dengan undang-undang berbahasa Belanda dicantumkan di halaman genap, sedangkan bahasa Indonesianya dicantumkan di halaman ganjil. Sebagai contoh, pada halaman 41, dapat kita baca mengenai pencegahan rabies:

"2. MENTJEGAH PENJAKIT GILA ANDJING PADA SATOE TEMPAT.

Oepaja tentang andjing, koetjing atau monjet.
Andjing, koetjing, atau monjet:

I. jang terdapat oleh seorang ahli mengandoeng penjakit gila andjing;
II.jang digigit oleh seekor binatang, jang telah disahkan oleh seorang ahli mengandoeng penjakit gila-andjing;

mesti diboenoeh dan dibakar oleh atau atas perintah polisi dan dengan pengawasa polisi atau, djika tijada dapat dibakar, dikoeboerkan dalam loebang jang sekoerang-koerangnja satoe setengah meter dalamnja......"


Pada halaman 53 disebutkan bahwa siapa saja dapat berobat dari penyakit rabies dengan cuma-cuma.

"Pasal 3

(I) Tijap-tijap orang (dengan tidak dipandang bangsa dan kekajaannja, jang digigit andjing gila atau digigit binatang lain jang gila atau oleh orang gila, ada hak akan berobat di Instituut Pasteur dengan tidak membajar, asal ija memperlihatkan soerat keterangan jang tjoekoep menjatakan bahwa ija kena bisa gila andjing......"

Kemudian pada halaman 83 terdapat pula aturan, bahwa pemilik dapat didenda jika anjingnya dibiarkan berkeliaran tanpa menggunakan medali atau penanda yang dikeluarkan pemerintah Hindia Belanda.

"Pasal 7

(I) Didenda oewang sebanjak-banjaknja limabelas roepijah:

a. orang jang memelihara andjing, djikalau andjingnja terdapat di djalan-raja atau di tanah lapang dengan tijada memakai medali jang masih lakoe menoeroet atoeran jang terseboet pada pasal 4 ajat kedoewa....."

Berikut ini adalah contoh halamannya:



Berikut ini adalah DAFTAR ISI:
.












Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.