Tampilkan postingan dengan label Ramalan kartu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramalan kartu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 September 2017

BUKU RAMALAN MAKNA KARTU LENORMAND

BUKU RAMALAN MAKNA KARTU LENORMAND.
.
Ivan Taniputera.
26 Agustus 2017.
.

.
Judul: Ketrangan Pakenja: Kartoe meliatin dari Njonja Lenormand, jang termashoer di abad kedelapan-belas, djaman Napoleon Bonaparte, ada satoe Sonnambule dan Waarzegster dari Parijs.
Penulis: tidak diketahui
Jumlah halaman:15
Penerbit: Tjiong Koen Liong, Batavia, 1924.
.
Buku ini berisikan makna masing-masing kartu Lenormand, serta contoh bagaimana menggunakannya untuk meramal.
.
Pada halaman 5 dapat kita baca:
.
“Boewat orang jang meliatin, misti djeli sekali matanja ija misti pandang ini kartoe jang djadi orang poenja badan dengan kartoe-kartoe laen jang di deketnja di atasnja disampingja djaoeh atau deket, itoe semoewa misti ia liat betoel soepaija ia bisa taoe pengaroenja satoe satoe kartoe itoe bagi badan itoe.”
.
Pada halaman 7 dapat kita baca makna bagi kartu Poehoen (Pohon) atau nomor 5:
.
“POEHOEN. Kaloe djaoeh dari badan orang artinja kesegeran, kaloe berhoeboeng dengan laen-laen alamat jang beroentoeng maka bole di tentoein jang apa djoega pengharepan orang nistjaija djadilah serta di kamoedian hari beroentoenglah badan itoe.”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.

,

.


.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 18 Juni 2017

BUKU TULISAN TANGAN BERISIKAN MAKNA KARTU-KARTU LENORMAND YANG LUAR BIASA

BUKU TULISAN TANGAN BERISIKAN MAKNA KARTU-KARTU LENORMAND YANG LUAR BIASA.
.
Ivan Taniputera.
13 Juni 2017.
.


.
Judul: Boekoe Pakem Hitoengan (merupakan naskah tulisan tangan).
Penulis: tidak diketahui
Jumlah halaman: 36
Tahun: tidak diketahui, tetapi masih menggunakan ejaan van Ophuysen.
.
Buku ini memaparkan makna ketiga puluh enam kartu Lenormand:
.
  1. Toewan Menoengang Koeda.
  2. Boenga Boh Tan.
  3. Kapal Apie.
  4. Orang Toewa Madep Roemah.
  5. Poehoen Beringin.
  6. Pemoeda di Atas Awan.
  7. Swatoe Nonah Madep Oelar Naga.
  8. Pettie Matie
  9. Swatoe Nonah Madep Boengah.
  10. Swatoe Toewan Madep Arit Parang
  11. Orang Toewa Madep Sapoe Medar.
  12. Tiga Boeroeng Sama Terbang.
  13. Swatoe Orang Toea Djoendjoeng Anak-anak.
  14. Saekor Djarangan Makan Ajam.
  15. Biroewang.
  16. Lintang Djohar
  17. Swatoe Nonah Mengadap Boeroeng.
  18. Sa Ekor Adjing Djaga Sepoeloe Daon.
  19. Gedong Tinggie.
  20. Fontent Keloear Ajer Bening
  21. Goenoeng Semeroe.
  22. Swatoe Nona di atas Goenoeng Merapi.
  23. Doewa Ekor Tikoes Lagi Bermain-main.
  24. Toewan Toewa Melijat Boengah.
  25. Tjintjien alie-alie Sosro Loediro.
  26. Boekoe
  27. Pelajangan (catatan: lajang = surat).
  28. Toewan Moeda Pegang Toengkeh
  29. Swatoe Njonjah Tingal di Kebonan.
  30. Toewan Toewa Madap Boengah Tan Koei.
  31. Mata Harie.
  32. Remboelan.
  33. Kontjie.
  34. Toewan Toewa madep 2 ekor ikan.
  35. Djangkar Kapal Apie.
  36. Kris Messie Adjie.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.


.


.
Berminat kopi silakan hubungi inbox.
.
Saya juga telah merancang kartu Lenormand dengan gambar yang bersifat oriental bagi keperluan buku tersebut.
.


.
Bagi yang berminat dengan deck kartu Lenormand jenis ini silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 13 November 2015

BUKU LUAR BIASA RAMALAN KARTU REMI DAN GARIS TANGAN

BUKU LUAR BIASA RAMALAN KARTU REMI DAN GARIS TANGAN
.
Ivan Taniputera.
28 Oktober 2015
.
Judul: Tidak diketahui (sampul hilang).
Jumlah halaman: 94
Ini adalah buku yang istimewa karena memuat dua jenis ramalan sekaligus, yakni ramalan garis tangan (palmistri) dan kartu remi. Hanya saja sayangnya, sampulnya hilang.
.
Terdapat penjelasan sebagai berikut:
.
“Soedah koetika djaman koeno sekali orang-orang mendapetkan segala roepa peratoeran atawa tanda-tanda memboewat, meneliat kadjadiannja, peroentoengannja serta lain-lain di ari toewa.
.
Itoe peratoeran di kasieh nama petangan......”
.
Terdapat juga keterangan menarik mengenai permaisuri kaisar Napoleon yang gemar berkonsultasi dengan seorang peramal kartu:
.
“Ratoe Josephine estrinja Napoleon I sringkali mendateng pada Marie Anne Lenormand boewat meneliat di dalem kartoe.
.
Begitoe lah lama-lama dianja mendapet nama, sampe dianja tjampoer hal perkara negri, dari hal apa dianja koetika tahoen 1809 pada Keizer Napoleon I di lakoeken dari tanah Fransman. Mendapet sakit ati dari ini pembikinan dianja sebeloemnja.....”
.
Pada bagian tentang ramalan garis tangan (palmistri) di bahas mengenai gunung-gunung di tangan:
.
“Goenoeng A:
.
1. Djika ini goenoeng aloes dan sama rata mengertinja orangnja baik dan seneng ati, orang lain banjak seneng tida bisa bikin djahat pada lain orang, begitoe djoega adil.....”
.
Selanjutnya dibahas mengenai ramalan kartu remi, lengkap dengan penjabaran arti masing-masing kartu beserta tebarannya.
.
“Kaloe itoe kartoe soedah di oejek, kotjok serta potong, lantas bagi doewa mendjadi satoe bagian ada anemblas bidji-Siapa jang menta di liatken di kartoe boleh pilih ini doewa bagian.-Mana bagian tida di pilih mesti di sendiriken......”
.
Selanjutnya diuraikan juga makna kartu satu persatu.
.
Artinja kartoe satoe-persatoe
“No. 1.
Radja djoebin (ruiten heer.)
.
A. Orang laki dari loewar.
.
Ini kartoe mengertinja, jang meneliat kartoe, soeka mentjari sobat, djika dianja missieh moeda, mendapet pekerdjaan besar.
.
Djikaloe orang jang meneliat kartoe orang perampoewan beloem kawin atawa tida laki, lekas kawin pada orang baik kalakoehannja serta pegang pakerdjaan besar.....”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.




.




.




.



.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 15 November 2013

BUKU MERAMAL DENGAN KARTU REMI

BUKU MERAMAL DENGAN KARTU REMI

Ivan Taniputera
15 November 2013



Judul buku: Apa Jang Kartoe Bilang (Noedjoem Dengan Kartoe Blanda)
Penulis: ---
Penerbit: N.V. Drukkerij "De Pertoendjangan" v/h Tjiong Koen Bie, Batavia, tanpa tahun terbit, tapi masih menggunakan ejaan van Ophuysen.
Jumlah halaman: 107.

Berikut ini adalah daftar isinya:


Pada bagian awalnya terdapat "SEDIKIT KATERANGAN PADA PEMBATJA":

"Bagaimana dan kapan terpakenja perkara meramalkan nasib dengan pertoeloengannja kartoe atawa di negri mana asalnja itoe tjara melihat peroentoengan telah di goenakan dengan sasoenggoenja soeker aken orang bisa bilang dengan kapastian. Berabad-abadlamanja itoe tjara meliatin peroentoengan soeda banjak digoenaken oleh bangsa Hebreeuw, Chaldee, dan Egypte, malahan bangsa Tionghoa di djaman poerbakala poen ada goenakan kartoe speciaal aken ini maksoed. Maka djoega dalem waktoe jang belakangan sadja orang baroe kenal bahwa kartoe bisa digoenaken dalem perdjoedian.
Dalem ini bokoe maoe dihoendjoek berbagi-bagi tjara meliatin ada poenja hal-hal jang bersamaan dengan ilmoe meliatin peroentoengan dengan bintang (astrologie) jang doeloe banjak sekali orang goenaken: apalagi sampe sekarang djoega orang masih soeka goenaken kartoe sebagi soeatoe djalan boeat ketahoei perkara jang blom dan soeda kadjadian.
Haroes diperingetken disini boekan djadi kita poenja maksoed aken djadi voor stander (pembela) dari tjara meliatin peroentoengan dengan kartoe hanja tjoema hendak hoendjoek soeatoe tjara meliatin jang terdiri dari roepa-roepa matjem hingga orang bisa taoe iapoenja nasib dengan pertoeloengannja kartoe......"

Pada halaman 10, di BAGIAN KATIGA dibahas mengenai "Arti jang oemoem dari kartoe":

Katrangannja masing-masing kartoe ada berdasar atas atoeran jang tetap akan tetapi ini bisa djadi beroba berhoeboeng dengan kadoedoekannja dalem pasangan atawa soesoenan.
Baek boeat antero stel maoepoen boeat satoe-satoe kartoe poenja roepa atawa gambar kita akan terangin dengan mengasih roepa-roepa tjonto di bagian-bagian jang berikoet.
Seperti orang taoe kartoe jang dipake dalam ilmoe meliatin sebagimana jang aken ditoetoerben dalem in boekoe, adalah kartoe Olanda jang mempoenjai ampat kleur (roepa) jang bisa ditimpalin dengan ampat moesin, atawa bisa djoega dibikin dengan ampat bagian dari hari, seperti: pagi (morgen), tenghari (middag), menggerip (avond), dan malem (nacht). Banjak djoega jang soeka andein dengan ampat djaman dari pengidoepannja manoesia jaitoe: anak ketjil (kind), djedjaka (jongeling), orang lelaki atawa bapa (man) dan kake-kake atawa 'ngkong (grijsaard).
"Bikin itoe stel kartoe djadi toedjoe roepa-roepa pergaboengan", begitoe Sepharial mengadjarken, "dan itoe djoemla toedjoe" kamoedian dipake kali dengan djoemla antero kartoe........"

Bagi yang beminat foto kopi, hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.