BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.
.
Ivan Taniputera.
10 Februari 2018.
.
.
Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.
Penulis: ---
Jumlah halaman: 68.
Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.
.
Buku
ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat
masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut
ini adalah daftar isinya.
Judul:
Ketrangan Pakenja: Kartoe meliatin dari Njonja Lenormand, jang
termashoer di abad kedelapan-belas, djaman Napoleon Bonaparte, ada satoe
Sonnambule dan Waarzegster dari Parijs.
Penulis: tidak diketahui
Jumlah halaman:15
Penerbit: Tjiong Koen Liong, Batavia, 1924.
.
Buku ini berisikan makna masing-masing kartu Lenormand, serta contoh bagaimana menggunakannya untuk meramal.
.
Pada halaman 5 dapat kita baca:
.
“Boewat
orang jang meliatin, misti djeli sekali matanja ija misti pandang ini
kartoe jang djadi orang poenja badan dengan kartoe-kartoe laen jang di
deketnja di atasnja disampingja djaoeh atau deket, itoe semoewa misti ia
liat betoel soepaija ia bisa taoe pengaroenja satoe satoe kartoe itoe
bagi badan itoe.”
.
Pada halaman 7 dapat kita baca makna bagi kartu Poehoen (Pohon) atau nomor 5:
.
“POEHOEN.
Kaloe djaoeh dari badan orang artinja kesegeran, kaloe berhoeboeng
dengan laen-laen alamat jang beroentoeng maka bole di tentoein jang apa
djoega pengharepan orang nistjaija djadilah serta di kamoedian hari
beroentoenglah badan itoe.”
BUKU RAMALAN PELITA CUPIDO KHUSUS MERAMALKAN TENTANG ASMARA DAN PERJODOHAN.
.
Ivan Taniputera.
10 Juli 2017
.
.
Judul: Petangan Pelita Cupido.
Penulis:---
Penerbit: Badan Penerbitan “Sunrise” Djakarta.
Jumlah halaman: tidak terdapat penomoran halaman; tetapi secara perhitungan keseluruhan terdapat 48 halaman.
.
Ini
adalah ramalan unik yang khusus membahas mengenai masalah asmara atau
percintaan. Caranya cukup sederhana, yakni memilih salah satu di antara
12 pertanyaan sebagai berikut:.
.
1. Djodoh: Apa berdjodoh pada kawan pergaulan itu?
2. Bingung: Tjara begimana dapatkan hubungan dengan si dia!
3. Pilih pasangan: Apa daja dalam memilih pasangan?
4. Sikap dingin: Sikap tawar itu begimana dirobah menjadi hangat?
5. Saingan: Apakah aku mempunjai saingan? Tjara baegimana menangkan saingan?
Saya baru saja mendapatkan buku tulisan tangan berisikan hasil analisa Bazi di zaman dahulu.
.
.
Pemerian naskah:
.
Naskah
tulisan tangan berukuran 14,5 x 20,5 centimeter. Terdiri dari 12 lembar
yang dijilid. Masing-masing lembaran bertuliskan bolak balik.
Isinya
adalah penjelasan bagi diagram Bazi di atas disertai prediksi
tahun-tahun kehidupan pemilik Bazi. Penjelasan ditulis dalam aksara
Mandarin disertai terjemahan bahasa Indonesia atau Melayu berejaan van
Ophuysen.
.
Diagram Bazi di atas adalah sebagai berikut:
.
Pilar tahun: Jiachen
Pilar bulan: Dingmao
Pilar hari: Renyin
Pilar jam: Renyin.
.
Nampak
bahwa pemilik diagram Bazi di atas dilahirkan pada tahun Jiachen (1904
atau 1844). Namun dengan mengacu pada tahun ke-30 pemerintahan Kaisar
Guangxu (光緒, 1875-1908), maka tahun yang tepat adalah 1904.
.
Terdapat
penjelasan di baris kanan, bahwa tanggal kelahirannya adalah 23 bulan
pertama Imlek. Jika diubah ke kalender Barat, hasilnya adalah 9 Maret
1904. Karena jam kelahiran adalah Yin, pemilik Bazi tentunya dilahirkan
antara pukul 03.00-05.00.
.
Anasir penanggalan ini juga dicantumkan kembali pada halaman berikutnya.
.
.
Disebutkan
juga berbagai bintang simbolis (Shensha) yang terdapat pada diagram
Bazi ini, seperti Gwee Tek Kwie Djien. Bintang simbolis ini dalam bahasa
Mandarin disebut Yuede Guiren atau Bintang Penolong Kebajikan Rembulan.
.
Cara menentukan bintang Yuede Guiren adalah dengan mengacu pada Cabang Bumi pilar Bulan. Rumusnya adalah sebagai berikut.
.
Cabang Bumi pilar bulan Zi, maka bintang Yuede Guiren adalah Batang Langit Ren.
Cabang Bumi pilar bulan Chou, maka bintang Yuede Guiren adalah Batang Langit Geng.
Cabang Bumi pilar bulan Yin, maka bintang Yuede Guiren adalah Batang Langit Bing.
Cabang Bumi pilar bulan Mao, maka bintang Yuede Guiren adalah Batang Langit Jia.
Chen-Ren
Si-Geng
Wu-Bing.
Wei-Jia.
Shen-Ren.
You-Geng.
Xu-Bing.
Hai-Jia.
.
Pada
Bazi di atas, Cabang Bumi pilar bulan adalah Mao. Dengan demikian,
bintang Yuede Guiren adalah Jia. Ternyata Jia ada di pilar tahun. Jadi,
diagram Bazi ini memang mempunyai bintang Yuede Guiren.
.
Di
halaman berikutnya, juga dibahas berbagai hal, termasuk shio jodoh
pemilik Bazi. Pada halaman tersebut, tercantum bahwa jodoh pemilik Bazi
adalah shio kambing (ditulis Jo atau Yo dalam Ejaan Yang Disempurnakan).
.
.
Adanya
terjemahan dalam bahasa Melayu nampaknya menandakan bahwa pemesan hasil
analisa ini tidak menguasai bahasa Mandarin dengan baik.
.
Hasil analisa Bazi zaman dahulu ini sangat menarik dan dapat dijadikan bahan perbandingan bagi analisa Bazi di masa sekarang.
BUKU PETIKAN TAJUSALATIN TENTANG ILMU FISIOGNOMI ATAU MENGETAHUI KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN TANDA-TANDA FISIKNYA.
.
Ivan Taniputera.
16 Februari 2017
.
.
Judul: Kitab Tadjoe Salatin
Terdapat
penjelasan sebagai berikut: Oleh Imam Sajid Amiril Sopingi atas
perdjalanannja di Tanah Arab aken pahamken ilmoe kitab ka negri Mesir.
Jaitoe:
Kitab
wirasatnja manoesia lelaki atawa prampoewan, jang djahat atawa jang
baik, dan bisa mengatahoewi adat istiadatnja masing-masing orang,
menoeroet dari pada ilmoe kitab hoeroef Djawa di melajoeken oleh:
Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto.
Djoeroe bahasa Djawa dari Pengadilan Landraad kota dan moeka kota Betawi.
Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co., Batavia, 1925.
Jumlah halaman: 32.
.
Buku
ini nampaknya berisi terjemahan bab kesembilan belas Tajussalatin yang
berisikan ilmu fisiognomi atau pengenalan terhadap kepribadian seseorang
melalui tanda-tanda fisik atau lahiriahnya.
.
Sebagai contoh, terdapat kutipan sebagai berikut di halaman 3:
.
“Inilah
saorang jang tjakep, aken tetapi amat sajang bidji matanja biroe,
tentoelah ia mengandoeng hati dengki, soenggoelah sajang pada
ketjakepannja.”
BUKU TENTANG TAFSIR MIMPI MENURUT TRADISI TIONGHOA
.
Ivan Taniputera.
18 November 2016
.
Judul: Prihal Mengimpi: Bergoena akan menerangken alamatnja sasoeatoe impian jang telah diimpiken.
Terdapat keterangan: Tersalin dari Kitab Tionghoa, Oey Tee Le Khing, See San Khie, Kay Bong Tjoan Tji.
Penulis: Lie Sian Seng.
Jumlah halaman: 64.
Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co, Tjiong Koen Liong, Batavia, 1922.
.
Buku ini membahas mengenai makna berbagai impian dari cerita-cerita terkait pemenuhan suatu impian. Sebagai contoh:
.
“Ngimpi dapet boekoe atawa kertas-kertas, itoe ada satoe alamat bakal mendapet oentoeng dalem pakerdjahan.” (halaman 30).
.
Selanjutnya dapat kisah pula mengenai impian:
.
“Satoe
student laen nama Poei Lim waktoe maoe bikin examen ada mengimpi satoe
setan boeat maen gantang, dan waktoe mendoesin ia lantas piatin sendiri
maksoednja itoe impian.
Gantang
dalem bahasa Tionghoa diseboet “Tauw”, sedeng setan diseboet “Koei”,
maka kaloe itoe doea hoeroef digaboeng djadi satoe, hoeroefnja poen ada
diseboet “Kwi” djoega, tapi artinja “examen”. Maka dengen girang ia
lantas pergi bikin examen, jang njata telah beroleh maksoednja.”
(halaman 64).
Ini
adalah buku ramalan yang unik di mana Anda dapat melakukan peramalan
sendiri terkait segala sesuatu yang Anda tanyakan. Caranya tidak sulit.
Anda tinggal menuliskan saja pertanyaan Anda. Sebagai contoh: Apakah
saya dapat membeli mobil?
Selanjutnya hitung jumlah huruf masing-masing kata dalam kalimat pertanyaan di atas.
.
Apakah = 6 huruf
Saya = 4 huruf
Dapat = 5 huruf
Membeli = 7 huruf
Mobil = 5 huruf.
.
Jadi kita dapat menuliskannya menjadi: 6, 4, 5, 7, 5.
Selanjutnya jumlahkan lagi masing-masing angka dengan angka di sebelahnya.
.
6+4 = 10; karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 10-9 = 1.
4+5 = 9
5+7 = 12, karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 12-9 = 3
7+5 = 12, karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 12-9 = 3.
.
Didapatkan urutan angka 1, 9, 3, 3.
.
Selanjutnya lakukan penjumlahan lagi dengan angka di sebelahnya.
.
1+9 = 10. 10-9 = 1
9+3 = 12. 12-9 = 3
3+3 = 6
.
Hasilnya adalah urutan angka: 1, 3, 6
.
Jumlahkan kembali seperti di atas.
.
1+3 = 4
3+6 = 9
.
Lalu
jumlahkan 4 dan 9, sehingga hasilnya 13. Kurangi 13 dengan 9, sehingga
menghasilkan 4. Jadi jawaban Anda adalah angka 4. Lalu cari maknanya di
bagian jawaban:
.
“Djangan mengharap apa-apa, badan sial, banjak halangan. Terima seadanja sadja dulu ; lain hari boleh lihat lagi.”
.
Dengan demikian, pada kesempatan kali ini belum terdapat kesempatan membeli mobil.
.
.
Selain itu dalam buku ini masih terdapat petangan-petangan angka lainnya.
BUKU ASTROLOGI YANG LUAR BIASA MENGENAI MAKNA LETAK MATAHARI DAN BULAN DALAM HOROSKOP SESEORANG
.
Ivan Taniputera.
17 Juni 2016
.
.
Judul:
Boekoe “Astrologie” Atawa Horoscoop: Ilmoe Bintang Kelahiran Boeat
Mengetaoei Orang Poenja Sifat2, Watak, Tabeat, dan Nasib.
Penulis: Saturnius
Penerbit: N.V. Java Ien Boe Kongsie, Semarang
Jumlah halaman: 178
.
Buku
ini sangat cocok bagi mereka yang ingin mempelajari mengenai Astrologi.
Dengan berbekalkan buku ini kita dapat mempelajari mengenai apa yang
dimaksud Astrologi, serta makna letak matahari dan bulan pada
tanda-tanda zodiak saat kelahiran seseorang. Selain itu, terdapat pula
batu-batu permata yang cocok bagi seseorang.
.
Sebagai contoh, bagi orang yang terlahir saat Matahari berada di Aries (21 Maret-20 April), terdapat keterangan sebagai berikut:
.
“Orang-orang
jang terlahir di waktoe Matahari masoek dalem ini kalangan ada soeka
memrentah, pendeknja maoe djadi kepala dari segala oeroesan jang marika
atoer.....” (halaman 22).
.
Berikut ini adalah contoh penjelasan bagi mereka yang terlahir saat Bulan berada di Cancer:
.
“Ini
membikin orangnja soeka senengken diri atawa maoe idoep enak sadja,
soeka berdiam di roemah antara koelawarganja, dan sajang pada sanak
soedara, teroetama iboenja, siapa ia aken mirip banjak. Sifatnja ada
sanget manis boedi pada temen-teman.....” (halaman 81).
.
Selanjutnya terdapat pula penjelasan mengenai makna gabungan letak Matahari dan Bulan pada tanda-tanda zodiak, sebagai contoh:
.
Orang yang Mataharinya berada di Taurus dan Bulan berada di Capricornus:
.
“Ini
combinatie membikin orangnja bersifat praktisch betoel, dengen bisa
berkerdja ati-ati dan tida soeka boeang tempo pertjoema, serta tjerdik
boeat atoer pakerdja’annja jang oemoemnja ia bisa lakoeken dengen
berhasil....” (halaman 101).
BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN
.
Ivan Taniputera.
15 Juni 2016.
.
.
Judul: Poesaka Kraton Tanah Djawa: Djilid Pertama Boekoe Pantja Warna
Terdapat
keterangan: Terisi dengan segala pengetahoean oemoem jang banjak
terpake menoeroet adat istiadat dari bangsa Boemipoetra sedari dzaman
doeloe kala.
Penulis: Tidak diketahui.
Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang, sekitar tahun 1920-1930-an.
Jumlah halaman: 109.
.
Buku
ini berisikan beragam hal yang ada kaitannya dengan kepercayaan
tradisional Jawa, seperti mencari hari baik dan buruk, meramalkan nasib
seseorang berdasarkan aksara Jawa (hanacaraka) paling depan serta paling
belakang nama seseorang, makna pranata mangsa, tabiat wanita
berdasarkan namanya, ilmu pengobatan tradisiona, dan metoda ramal dengan
dadu.
.
Lalu
terdapat pula selamatan menurut hari kelahiran (weton) seseorang,
misalnya orang yang lahir pada Djoemat Legi, maka selamatannya adalah:
BUKU BERUSIA LEBIH DARI 130 TAHUN MENGENAI ILMU NUMEROLOGI JAWA YANG LUAR BIASA.
.
Ivan Taniputera.
6 Mei 2016.
.
Judul:
Ngelmoe Gaibing Ongko: Isi Pesatohan bab Laki-rabi, lan wadhining
ongko, kanggo ngolah kawroeh marang wong ahli ngelmoe gaib, oetowo
petangan kanggo ngawroehi opo barang sadhoeroenge kedhadhejan.
Jika
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: “Ilmu Kegaiban Angka:
Berisikan perjodohan suami-isteri, dan rahasia angka, guna meningkatkan
pengetahuan bagi ahli ilmu gaib, atau ramalan guna mengetahui apa yang
akan terjadi.”
Penulis: Ng. H. Soediro.
Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang.
Buku ini berisikan numerologi berdasarkan aksara Arab. Berikut ini adalah daftar isinya.
.
.
.
.
Berikut ini adalah caranya.
.
.
Pada
halaman di atas dijelaskan mengenai nilai masing-masing aksara Arab.
Selanjutnya nama seseorang dialih aksarakan dengan aksara-aksara di
atas. Lalu dijumlahkan nilai angkanya. Buku ini juga memberikan berbagai
contoh, antara lain salah seorang terkaya di Asia Tenggara pada masa
lampau, yakni Oei Tiong Ham.