Ini
adalah buku tulisan tangan yang mengulas berbagai jenis keris. Tidak
terdapat judul bagi buku catatan ini. Nama penulisnya juga tidak
tercantum. Bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Jawa dengan aksara
Latin bersambung. Jumlah halaman adalah 73. Berikut ini adalah
contoh-contoh halamannya.
BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.
.
Ivan Taniputera.
10 Februari 2018.
.
.
Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.
Penulis: ---
Jumlah halaman: 68.
Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.
.
Buku
ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat
masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut
ini adalah daftar isinya.
BUKU BERUSIA SERATUS TAHUN MENGENAI BERBAGAI KEPERCAYAAN TRADISIONAL MELAYU TERHADAP HAL DAN MAKHLUK GAIB
.
Ivan Taniputera.
5 Maret 2017
.
Judul: Berbagai-bagai Kepertjajaan Orang Melajoe. Bagian Jang Pertama.
Penulis: M. T. Soetan Lembang ‘Alam
Penerbit: Boekhandel Visser & Co., Weltevreden, 1917.
Jumlah halaman: 78.
.
Buku
ini berisikan berbagai kepercayaan tradisional Melayu terkait hal-hal
dan makhluk gaib. Pada hal 25 dapat kita baca sebagai berikut:
.
“Dichabarkan,
lagi, ada oppas-oppas (opas) minjak itoe, jang diganggoei oleh hantoe,
waktoe mereka itoe djaga pada malam hari; djikalau oppas jang djaga itoe
mengantoek, datanglah ganggoean dari pada hantoe itoe; terkadang-kadang
kedengaran seperti toean-toean jang berdjalan tjepat: tap toep, tap
toep boenji sepatoenja akan tetapi bila dilihat, soeatoe apapoen
ta’tampak;- ada poela jang menampar atau melempar oppas djaga itoe,
apabila ia mengantoek dalam djaganja.”
.
Selanjutnya pada halaman 27 dapat kita baca:
.
“Waktoe
soedah djaoeh malam, kedengaranlah boenji, sebagai boenji orang jang
mengeteoek-ngetoek minta boekakan pintoe; apabila pintoe soedah
diboekakan dan dilihat siapa dia jang mengetoek-ngetoek pintoe itoe,
soeatoe apapoen ta’ ada jang tampak,......”
.
Buku ini membahas pula pemecahan misteri bagi peristiwa-peristiwa gaib di atas.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.
.
.
.
Buku ini layak dibaca bagi mereka yang ingin mengetahui misteri berbagai hal gaib beserta pemecahannya.
BUKU PETIKAN TAJUSALATIN TENTANG ILMU FISIOGNOMI ATAU MENGETAHUI KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN TANDA-TANDA FISIKNYA.
.
Ivan Taniputera.
16 Februari 2017
.
.
Judul: Kitab Tadjoe Salatin
Terdapat
penjelasan sebagai berikut: Oleh Imam Sajid Amiril Sopingi atas
perdjalanannja di Tanah Arab aken pahamken ilmoe kitab ka negri Mesir.
Jaitoe:
Kitab
wirasatnja manoesia lelaki atawa prampoewan, jang djahat atawa jang
baik, dan bisa mengatahoewi adat istiadatnja masing-masing orang,
menoeroet dari pada ilmoe kitab hoeroef Djawa di melajoeken oleh:
Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto.
Djoeroe bahasa Djawa dari Pengadilan Landraad kota dan moeka kota Betawi.
Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co., Batavia, 1925.
Jumlah halaman: 32.
.
Buku
ini nampaknya berisi terjemahan bab kesembilan belas Tajussalatin yang
berisikan ilmu fisiognomi atau pengenalan terhadap kepribadian seseorang
melalui tanda-tanda fisik atau lahiriahnya.
.
Sebagai contoh, terdapat kutipan sebagai berikut di halaman 3:
.
“Inilah
saorang jang tjakep, aken tetapi amat sajang bidji matanja biroe,
tentoelah ia mengandoeng hati dengki, soenggoelah sajang pada
ketjakepannja.”
BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING
.
Ivan Taniputera.
6 Februari 2017.
.
.
Judul: Lajang Katoeranggan.
Terdapat
keterangan: Ja ikoe katoerangganing djaran, manoek perkoetoet lan
koetjing. Nerangake titikane kewan teloeng warna maoe, kang ala lan kang
betjik wahanane toemrapkang ngingoe, katanda sake tjandrane, oelese,
tjiri-tjirine lan lija-lijane.
Penulis: Tidak diketahui.
Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 28
Bahasa: Jawa.
.
Buku ini menjelaskan mengenai pertanda baik buruknya kuda, perkutut, dan kucing, beserta obat ketiga hewan tersebut.
.
Sebagai contoh pada halaman terdapat pertanda kuda yang buruk:
.
“Anda-moestaka,
oenjeng-oenjeng ana ing sikil ngarep kapernah ing dengkoel oetawa
sadoewoere; ala banget, nibakake lan ngidak kang noenggang; ‘mbilaeni.”
.
Terjemahan:
“Anda-moestana,
pusaran bulu ada di kaki depan, tepatnya pada lutut atau atasnya;
sangat buruk, dapat menjatuhkan serta menginjak penunggangnya;
membahayakan.”
.
Mungkin di zaman sekarang hal ini tidak berlaku lagi.
BUKU TENTANG TAFSIR MIMPI MENURUT TRADISI TIONGHOA
.
Ivan Taniputera.
18 November 2016
.
Judul: Prihal Mengimpi: Bergoena akan menerangken alamatnja sasoeatoe impian jang telah diimpiken.
Terdapat keterangan: Tersalin dari Kitab Tionghoa, Oey Tee Le Khing, See San Khie, Kay Bong Tjoan Tji.
Penulis: Lie Sian Seng.
Jumlah halaman: 64.
Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co, Tjiong Koen Liong, Batavia, 1922.
.
Buku ini membahas mengenai makna berbagai impian dari cerita-cerita terkait pemenuhan suatu impian. Sebagai contoh:
.
“Ngimpi dapet boekoe atawa kertas-kertas, itoe ada satoe alamat bakal mendapet oentoeng dalem pakerdjahan.” (halaman 30).
.
Selanjutnya dapat kisah pula mengenai impian:
.
“Satoe
student laen nama Poei Lim waktoe maoe bikin examen ada mengimpi satoe
setan boeat maen gantang, dan waktoe mendoesin ia lantas piatin sendiri
maksoednja itoe impian.
Gantang
dalem bahasa Tionghoa diseboet “Tauw”, sedeng setan diseboet “Koei”,
maka kaloe itoe doea hoeroef digaboeng djadi satoe, hoeroefnja poen ada
diseboet “Kwi” djoega, tapi artinja “examen”. Maka dengen girang ia
lantas pergi bikin examen, jang njata telah beroleh maksoednja.”
(halaman 64).
Ini
adalah buku ramalan yang unik di mana Anda dapat melakukan peramalan
sendiri terkait segala sesuatu yang Anda tanyakan. Caranya tidak sulit.
Anda tinggal menuliskan saja pertanyaan Anda. Sebagai contoh: Apakah
saya dapat membeli mobil?
Selanjutnya hitung jumlah huruf masing-masing kata dalam kalimat pertanyaan di atas.
.
Apakah = 6 huruf
Saya = 4 huruf
Dapat = 5 huruf
Membeli = 7 huruf
Mobil = 5 huruf.
.
Jadi kita dapat menuliskannya menjadi: 6, 4, 5, 7, 5.
Selanjutnya jumlahkan lagi masing-masing angka dengan angka di sebelahnya.
.
6+4 = 10; karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 10-9 = 1.
4+5 = 9
5+7 = 12, karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 12-9 = 3
7+5 = 12, karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 12-9 = 3.
.
Didapatkan urutan angka 1, 9, 3, 3.
.
Selanjutnya lakukan penjumlahan lagi dengan angka di sebelahnya.
.
1+9 = 10. 10-9 = 1
9+3 = 12. 12-9 = 3
3+3 = 6
.
Hasilnya adalah urutan angka: 1, 3, 6
.
Jumlahkan kembali seperti di atas.
.
1+3 = 4
3+6 = 9
.
Lalu
jumlahkan 4 dan 9, sehingga hasilnya 13. Kurangi 13 dengan 9, sehingga
menghasilkan 4. Jadi jawaban Anda adalah angka 4. Lalu cari maknanya di
bagian jawaban:
.
“Djangan mengharap apa-apa, badan sial, banjak halangan. Terima seadanja sadja dulu ; lain hari boleh lihat lagi.”
.
Dengan demikian, pada kesempatan kali ini belum terdapat kesempatan membeli mobil.
.
.
Selain itu dalam buku ini masih terdapat petangan-petangan angka lainnya.
BUKU LUAR BIASA BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI MAKHLUK HALUS, JIMAT (HU), DAN ILMU GAIB DI CHINA.
.
Ivan Taniputera.
21 Mei 2016.
.
Judul:
The Religious System of China: Its Ancient Forms, Evolution, History
And Present Aspect, Manner, Customs, and Social Institution Connected
Therewith.
Volume V Book II
On the Soul and Ancestral Worship
Part II. Demonology-Part III. Sorcery.
Penulis: J. J. M. De Groot, PH. D.
Penerbit: E. J. Brill, Leide, 1907.
Jumlah halaman: dimulai dari halaman 405 hingga 928.
Bahasa: Inggris.
Buku ini membahas tentang hantu dan makhluk halus beserta ilmu sihir gaib di China. Berikut ini adalah daftar isinya.
.
.
.
Sebagai
contoh pada bab II diriwayatkan mengnai hantu-hantu yang mendiami
gunung beserta hutan. Pada halaman 501 dapat kita baca:
.
“The
spirits (tsing) that dwell in the hills have the shape of a baby, with
one single leg. When they run, they turn their face backward. They take
pleasure in doing harm. Should a traveller in the mountains hear in the
dark some one speak loudly with a human voice, then he has to do with
one of the name of khi;......”
.
Terjemahan:
.
“Makhluk
halus (tsing) yang berdiam di bukit-bukit mempunyai wujud seperti bayi,
dengan satu kaki. Sewaktu berlari, mereka menghadapkan wajahnya ke
bawah. Mereka senang membahayakan manusia. Jika seandainya seorang
pengelana mendengar dalam kegelapan suara seperti suara manusia, maka
itu ada hubungannya dengan salah satu nama khi....”
.
Pada
halaman 903 diriwayatkan mengenai Chao Ki-hwo dengan seorang penyihir
yang berubah menjadi keledai akibat ilmu sihirnya sendiri.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.
.
.
.
.
Ini adalah buku sambungannya.
.
.
Judul:
The Religious System of China: Its Ancient Forms, Evolution, History
And Present Aspect, Manner, Customs, and Social Institution Connected
Therewith.
Volume VI Book II
On the Soul and Ancestral Worship
Part IV. The War Against Spectres-Part III. The Priesthood of Animism.
Penulis: J. J. M. De Groot, PH. D.
Penerbit: E. J. Brill, Leide, 1910.
Jumlah halaman: dimulai dari halaman 929 hingga 1341.
Bahasa: Inggris.
.
Buku
ini antara lain mengenai jimat-jimat China (hu) yang dipergunakan untuk
menaklukkan makhluk halus atau keperluan lainnya. Selain itu, dibahas
pula mengenai ritual-ritual shamanisme zaman China kuno (Wu-isme).
Berikut ini adalah daftar isinya.
Judul: Primbon Ramalan Nabi Palintangan: Wawatakanipun Manungsa Sarta Apes dan Djajane
Jika
diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka judulnya adalah: “Primbon
Ramalan Nabi dan Perbintangan: Kepribadian Manusia Beserta Kemalangan
dan Keberuntungannya.”
Penulis:-- (tidak tercantum).
Penerbit: Mahadewa, 1950
Jumlah halaman: 7
Bahasa: Jawa.
.
Buku
ini merupakan ramalan berdasarkan neptu, yakni jumlah nilai numerologi
hari berjumlah tujuh (Saptawara: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis,
Jumat, dan Sabtu) serta hari berjumlah lima (Pancawara: Pon, Wage,
Kliwon, Legi, dan Pahing). Keduanya dijumlahkan, lalu dicari makna
nilainya pada buku ini.
.
Sebagaai contoh, orang yang mempunyai jumlah neptu 7:
.
“Neptu
7. Lintang Midian, bala lintang kuda, satru lintang Djadi. Watake agung
begdjane, akeh godane. Laksanane angin, tan kena gegondjakan. Larane
sirah, sranane nganggo ali-ali mata idjo.....”
.
Terjemahan bahasa Indonesia:
.
“Neptu
7. Bintang Midian. Cocok dengan bintang kuda. Tidak cocok dengan
bintang Djadi. Banyak keberuntungannya. Sering mendapat godaan.
Ibaratnya angin, tidak dapat diajak bergurau. Penyakitnya adalah bagian
kepala. Penangkalnya adalah mengenakan cincin bermata batu hijau.....”