Tampilkan postingan dengan label Dao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dao. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

BUKU LUAR BIASA BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI MAKHLUK HALUS, JIMAT (HU), DAN ILMU GAIB DI CHINA

BUKU LUAR BIASA BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI MAKHLUK HALUS, JIMAT (HU), DAN ILMU GAIB DI CHINA.
.
Ivan Taniputera.
21 Mei 2016.
.


Judul: The Religious System of China: Its Ancient Forms, Evolution, History And Present Aspect, Manner, Customs, and Social Institution Connected Therewith.
Volume V Book II
On the Soul and Ancestral Worship
Part II. Demonology-Part III. Sorcery.
Penulis: J. J. M. De Groot, PH. D.
Penerbit: E. J. Brill, Leide, 1907.
Jumlah halaman: dimulai dari halaman 405 hingga 928.
Bahasa: Inggris.
Buku ini membahas tentang hantu dan makhluk halus beserta ilmu sihir gaib di China. Berikut ini adalah daftar isinya.
.

.

.
Sebagai contoh pada bab II diriwayatkan mengnai hantu-hantu yang mendiami gunung beserta hutan. Pada halaman 501 dapat kita baca:
.
“The spirits (tsing) that dwell in the hills have the shape of a baby, with one single leg. When they run, they turn their face backward. They take pleasure in doing harm. Should a traveller in the mountains hear in the dark some one speak loudly with a human voice, then he has to do with one of the name of khi;......”
.
Terjemahan:
.
“Makhluk halus (tsing) yang berdiam di bukit-bukit mempunyai wujud seperti bayi, dengan satu kaki. Sewaktu berlari, mereka menghadapkan wajahnya ke bawah. Mereka senang membahayakan manusia. Jika seandainya seorang pengelana mendengar dalam kegelapan suara seperti suara manusia, maka itu ada hubungannya dengan salah satu nama khi....”
.
Pada halaman 903 diriwayatkan mengenai Chao Ki-hwo dengan seorang penyihir yang berubah menjadi keledai akibat ilmu sihirnya sendiri.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.

.

.

.

.
Ini adalah buku sambungannya.
.


.
Judul: The Religious System of China: Its Ancient Forms, Evolution, History And Present Aspect, Manner, Customs, and Social Institution Connected Therewith.
Volume VI Book II
On the Soul and Ancestral Worship
Part IV. The War Against Spectres-Part III. The Priesthood of Animism.
Penulis: J. J. M. De Groot, PH. D.
Penerbit: E. J. Brill, Leide, 1910.
Jumlah halaman: dimulai dari halaman 929 hingga 1341.
Bahasa: Inggris.
.
Buku ini antara lain mengenai jimat-jimat China (hu) yang dipergunakan untuk menaklukkan makhluk halus atau keperluan lainnya. Selain itu, dibahas pula mengenai ritual-ritual shamanisme zaman China kuno (Wu-isme). Berikut ini adalah daftar isinya.
.

.

.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.

.

.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 29 Maret 2015

BUKU ILMU HU (JIMAT ATAU AMULET) THIO TIAN SOE (RADJA SETAN) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KARENA MAKHLUK HALUS

BUKU ILMU HU (JIMAT ATAU AMULET) THIO TIAN SOE (RADJA SETAN) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KARENA MAKHLUK HALUS
.

Ivan Taniputera
22 Maret 2015
.
.


Judul: Kitab Tjap Dji Ya Menoeroet Ilmoenja Thio Tian Soe (Radja Setan atau Zhang Tianshi) Bergoena Boeat Orang Sakit Terkena (Hoan Tio')
Penulis: -
Penerbit: Drukkerij Kho Tjeng Bie & Co., 1927
Jumlah halaman: 35

Buku ini membahas mengenai hu (jimat atau amulet) yang dipergunakan untuk mengobati orang sakit karena gangguan berbagai makhluk halus. Sebagai catatan buku ini merupakan pelengkap bagi buku Kitab Giok Ah Kie (Tjap Dji tja) "Thio Tian Soe Radja Setan", G. Kolff & Co., 1902.

Dalam buku ini terdapat pembahasan mengenai masing-masing penyakit yang timbul pada berbagai tanggal penanggalan lunar atau Imlek beserta hu penangkalnya, sebagaimana penjelasan di awal buku ini:

"Ini boekoe ada terisi HOE soerat Tionghoa, menoeroet betoel didalam boekoe Tionghoa Tjap Dji Ya jang tiap-tiap hari tanggal 1 sampe 30 hari orang Tionghoa ada poenja HOE sendiri-diri, jang ada tersanding didalem ini boekoe dan lebih doeloe orang misti preksa itoe orang moelai sakit hari apa. Sepertinja itoe orang moelai sakit di tanggal 10 (Tjetjap), lantas misti preksa ini boekoe di tanggal 10, jang ada tersanding djoega Hoenja, lantas bisa taoe itoe orang sakit lantaran apa dan lantas toelis itoe Hoe-nja dengan tinta merah (Gintjoe) di kertas koening teroes di bakar dengan semangkok ketjil.........."

Dengan demikian, berdasarkan uraian di atas, seseorang perlu mengingat kapan ia jatuh sakit, yakni mencari tahu tanggal Imleknya, kemudian mencocokkannya dalam buku ini. Sebagai contoh, orang sakit pada tanggal 1 Imlek:

"Penjakit dari Wetan Koeloen lagi berdjalan terkena Hoantio dari aloes pepoehoenan dia tetamoe iblis ganggoe, djadi kepala sakit badan dingin dan panas, doedoek dan berdiri tiada enak...."

Maka menurut uraian di atas, ia sakit karena terkena gangguan makhluk halus yang tinggal di pepohonan. Kemudian tinggal menggambar hu terlampir pada buku ini.

Buku ini juga memuat mantra Thio Tian Soe

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 18 Januari 2015

BUKU TERJEMAHAN DAN URAIAN DAO DE JING (道德經 TAO TEH KING)

BUKU TERJEMAHAN DAN URAIAN DAO DE JING (道德經 TAO TEH KING) 
.

Ivan Taniputera
18 Januari 2015
.


Judul: Tao Teh King 道德經

Terdapat keterangan:

"Kitab peladjaran philosofie Tionghoa jang paling koeno, menerangken azas-azas dari Taoisme, atawa ilmoe boeat mendapet katentreman dan kabebasan hidoep."

Penulis: Kwee Tek Hoaij (1886-1951)
Penerbit: Drukkerij "Moestika," Tjitjoeroeg, 1938
Jumlah halaman: 349

Buku ini berisikan terjemahan dan uraian mengenai Dao De Jing. Berikut ini adalah daftar isinya:



Pada bagian Moekadamat disebutkan sebagai berikut:

"Ini salinan dari TAO TEH KING dengen katerangannja soedah dimoeat dalem mandblad Moestika Dharma moelai dari Mei 1935 No 38 sampe Maart 1938 No 72- berdjalan lamanya 35 boelan."

Pada halaman 1 dapat kita baca:

"Itoe kitab jang terkenal sebagi "Tao Teh King" brangkalih doeloenja ada berbeda dari sekarang. Menoeroet achli hikajat Ssu-ma Chien, itoe kitab tjoemah dipetjah mendjadi doea bagian; jang pertama membitjaraken Tao dan jang kadoea Teh..."

Berikut ini adalah kutipan terjemahan bagian pertama Dao De Jing:

"1. Tao jang bisa dibitjaraken dengen perkataan boekan ada Tao sedjati jang bersifat kekel.
2. Nama dari saroepa sifat jang orang bisa seboet, boekan mengoendjoek sifat jang betoel dan kekel.
3. Apa jang soedah ada sablonnja tertjipta Langit dan Boemi itoelah dinamaken Kakosongan..." (halaman 13)

Selanjutnya pada bagian uraian dapat kita baca antara lain sebagai berikut:

"Antara kosong dan berisi, doea-doea ada menggenggem sifat kabaekan. Gendi jang tida poenja kakosongan di dalemnja, tida bisa dipake boeat tempat aer. Dalem hal membikin apa-apa, soeker dan gampang selaloe berada sama-sama, begitoe poen pandjang dan pendek, deket dan djaoe, tinggi dan rendah, jang masing-masing mempoenjai kagoena'an sendiri.."

Ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 26 Oktober 2014

BUKU TENTANG LAOZI DAN AGAMA DAO (TAO)

BUKU TENTANG LAOZI DAN AGAMA DAO (TAO)

Ivan Taniputera
27 Oktober 2014




Judul: Lao Tze dan Peladjarannja: Menoeroet pemandangan dari sadjoemblah philosoof, sinoloog, dan occultist
Penulis: Kwee Tek Hoay
Penerbit: Moestika, 1935
Jumlah halaman: 95

Buku ini membahas mengenai Laozi (Lao Tze) dan sejarah beserta aspek Agama Dao (Tao). Berikut ini adalah daftar isinya.



Pada halaman 1 diulas bahwa riwayat kehidupan Laozi sangat sedikit diketahui:

"Keterangan tentang ini Poedjonggo, Philosoof atawa Nabi, jang komoedian dipandang sebagi machloek soetji di tingkatan tinggi, ada sedikit sekalih, dan riwajat dari penghidoepannja jang sanget pendek ada terdapet dalem boekoe Hikajat Peringetan dari Ssu-ma Chien jang ditoelis di taon 91 dimoeka Nabi Isah. Menoeroet itoe boekoe, Lao Tze poenja nama toeroenan (she) ada Li, namanja Urh, tjara Hokkian djadi Lie Djie (李耳). Ia terlahir di taon ketiga dari tachtanja baginda King Phing, jaitoe di taon 604 dimoeka Nabi Isah, tapi tanggal dan boelannja tida tertjatet........"

Dalam ejaan Pinyin 李耳 akan diromanisasi sebagai Li Er. Er sendiri dalam bahasa Mandarin modern berarti "telinga."

Selanjutnya, diulas kisah-kisah ajaib mengenai Laozi, antara lain:

"....ia ada dalem kandoengan iboenja sampe 81 taon lamanja (ini angka sijmbolisch: 9x9). dan koetika dilahirken roepanja seperti aki-aki dengen ramboet dan djenggot poetih, moeka dan koelit badannja kripoetan seperti biasanja saorang beroemoer tinggi....."


Diriwayatkan pula ulasan perjumpaan Laozi dan Kongzi (Kong Hu Cu).

Setelah masuknya agama Buddha, maka terjadi persaingan antara Daoisme dan Buddhisme:

"Sadari Buddhisme masoek di Tiongkok pertentangan antara Taoisme dengen Khong Kauw kaliatan mendjadi sirep, tapi persaingan antara Taoisme dengen Buddhisme ada rame sekalih, kerna kadoeanja berkoetetan boeat menarik hatinja keizer-keizer, terkadang jang satoe disoeka dan jang laen dibentji, terkadang doea-doeanja dimoesoehin.

Sebagi tjonto, di taon 555 keizer pertama dari negri Chi Oetara telah kaloearken titah soepaja pemimpin-pemimpin dari itoe doea kaoem bikin peroendingan aken oendjoek kabaekannja marika poenja agama, kerna itoe keizer hendak singkirken salah-satoe jang kadapetan koerang baek. Kasoedahannja kaoem Taoist dipandang kalah, semoea padrinja moesti masoek djadi hweshio, dan ampat jang tida maoe menoeroet telah dihoekoem mati.
Keizer pertama dari ahala Tang (Keizer Lie Sie Bin) melarang doea-doeanja (Buddhisme dan Taoisme) dan semoea padri-padrinja diboebarken soepaja balik mendjadi kombali rahajat biasa dan dikaloearken titah boeat roesakken marika poenja boekoe-boekoe, patoeng-patoeng dan klenteng-klenteng, tapi ini firman pada tiga taon blakangan telah ditarik kombali.
Di taon 741 Keizer Tang Hsuan Tsung berbalik menjoekain kaoem Taoist dan kasih prentah boeat boeka roemah-roemah sekolah sengadja aken fahamken philosofie dari Taoisme dan adaken djoega......." (halaman 22-23)

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Senin, 02 Juni 2014

HARTA PUSAKA YANG LUAR BIASA: BUNDEL MAJALAH MOESTIKA DHARMA TAHUN 1-TAHUN 10

HARTA PUSAKA YANG LUAR BIASA: BUNDEL MAJALAH MOESTIKA DHARMA TAHUN I - TAHUN 10

Ivan Taniputera
2 Juni 2014








Merupakan bundel majalan Moestika Dharma dari tahun 1932-1941. Tebal masing-masing bundel rata-rata 2 cm.  Isinya mengenai keagamaan, sejarah, filsafat, dan lain sebagainya; terutama yang ada kaitannya dengan ajaran Tridharma (Buddha, Dao, dan Konghucu). Meskipun demikian, juga terdapat pula uraian mengenai ajaran agama lainnya. Sebagai contoh adalah serial uraian Bhagavadgita oleh Kwee Tek Hoay dan ajaran Krishnamurti.  Ini merupakan harta pusaka yang sangat berharga.

Pada edisi pertama no. 1 taon ka 1, April 1932 terdapat uraian mengenai sejarah berdirinya Moestika Dharma:

"Pada tanggal 2 Augustus taon jang laloe, dalem gedong Khong Kauw Hwe di Solo ada dibikin pertemoean antara bebrapa pamoeka Khong Kauw dan Theosoof Tionghoa dari Djawa Wetan, Tengah dan Koelon, aken meroendingken soeal agama dari bangsa Tionghoa, dalem mana ada dibitjaraken djoega atoeran dan oepatjara jang bersifat sebagi kias atawa sijmbolisch, jang masih blom kataoean atawa toedjoeannja jang aseli, hingga kabanjakan orang tjoemah mengikoetin dengen memboeta pada koelit atawa bagian loearnja jang sringkali kaliatan tida berarti apa-apa. Lantaran tida mengenal pada toedjoean atawa maksode jang ada tersemboeni di sablah dalem, bertambah poela kerna pengaroehnja djeman sekarang jang menoedjoe ka djoeroesan materialistisch, maka boekan sedikit orang jang lantes tarik poetoesan bahoea itoe semoea atoeran dan oepatjara boekan sadja tida perloe, tapi djoega ada bodo dan tachajoel, hingga kaloe bisa lebih lekas disingkirken ada lebih baek....."

Oleh karena itu, tujuan pendirian majalan Moestika Dharma adalah memaparkan pemahaman yang benar mengenai agama, tradisi, dan adat istiadat Tionghoa.

Selanjutnya pada Moestika Dharma no.3 taon ka 1, Juni 1932, memuat mengenai perempuan Tionghoa dan agama, yang merupakan artikel karya Nyonya Tjoa Hin Hoe, Soerabaja, halaman 100:

"Dalem segala pergerakan apa sadja di ini doenia, tida aken bisa mendjadi rame dan madjoe kapan kaoem prampoean tida ambil bagian. Sebab Natuur soeda moestiken adanja Im dan Yang, begitoe djadi dimana ada lelaki, haroes djoega terdapet orang prampoean boeat djadi imbangan. Begitoelah dari djeman doeloe sekali, kaoem prampoean soeda mengambil kadoedoekan jang boekan ketjil; dalem politiek sociaal agama, dan roemah tangga...."

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan sudah adanya peranan dan emansipasi kaum perempuan Tionghoa.

Di nomor yang sama, halaman 113, terdapat ajaran Mengzi (Beng Tjoe atau Mencius) mengenai bagaimana seorang raja berlaku terhadap musuhnya yang kuat:

"Hertog Wen dari negri Teng (Teng Boen Kong) menanja pada Beng Tjoe begini:

"Teng ada satoe keradja'ann ketjil. Meski akoe soedah berboeat sabrapa bisa aken menjenangken hatinja negri-negri besar jang berdampingan, kita tida djoeba bisa terloepoet dari ganggoean. Haloean apakah akoe haroes ambil soepaja negrikoe tinggal slamet?"

Beng Tjoe mendjawab:-

"Di djeman doeloe, waktoe Radja Tay (kake mojangnja Radja Boen Ong) berdiam di negri Pin, itoe bangsa-bangsa biadab di sablah oetara selaloe lakoeken peperangan ka itoe negri. Radja Tay tjoba membri kapoeasan pada marika dengen hadiaken soetra dan koelit binatang, tapi ia masih teroes diganggoe. Ia briken bingkisan beroepa andjing dan koeda, djoega masih teroes dapet ganggoean...."

Mengzi menawarkan dua hal, yakni:

1.Menyingkir dari negeri tersebut bersama rakyatnya guna membangun negeri baru.
2.Mempertahankan mati-matian negeri warisan leluhurnya tersebut.

Pada Moestika Dharma nomor 9 taon ka-1, December 1932, halaman 309 dipaparkan mengenai asal muasal berkembangnya Agama Protestant di Indonesia, karya Pouw Kioe An:

"Di Indramajoe itoe waktoe soedah ada orang-orang jang anoet Protestant dan pada taon 1865 ada toedjoeh orang jang dipermandikan (doop). Ini djema'at Kristen sebagian besar terdiri dari orang-orang Tionghoa.

Pada tanggal 27 September 1868 pendita Dijkstra di Cheribon telah kasih permandian soetji pada orang-orang Indonesier pertama jang masoek agama Protestant...."

Selanjutnya terdapat pula kisah-kisah mengenai hantu, sebagian contoh di Moestika Dharma no.6 taon ka 1, September 1932, halaman 224, karya Kwee Tek Hoay (K.T.H.):

"Kampoeng Goesti, Mangga Doea, dan Djembatan Merah ada tempat-tempat jang seram boeat orang jang djalan malem disitoe. Doeloean banjak orang pertjaja di itoe tempat-tempat ada iblis jang djalan malem, hingga banjak orang takoet liwat di sitoe kaloe di waktoe malam. Orang tentoe masih ada jang inget bagimanana ada toekang deeleman jang tjerita moeat prampoean bagoes, tapi waktoe sampe di Mangga Doea itoe prampoean mendadak ilang....."

Pada edisi lainnya terhadap rumah bekas pembunuhan yang menjadi berhantu.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.











Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 18 Januari 2014

BUKU PELAJARAN TENTANG TAO DAN ILMU KEBAJIKAN

BUKU PELAJARAN TENTANG TAO DAN ILMU KEBAJIKAN

Ivan Taniputera
19 Januari 2014



Judul: Kitab 人道 Djien Too: Soal Kebatinan Koewadjiban Hidoep dan Pri Kamanoesiaan Oentoek Memimpin Djalannja Lahir dan Batin Boeat Segala Bangsa dan Tida Terlarang Bagi Segala Agama
Penulis: Tan Sioe Hie, Soerabaja, 1 Juni 1936
Jumlah halaman: 42

Buku ini menguraikan pengetahuan pengenai Tao (道, Pinyin: Dao), beserta kebajikan-kebajikan yang hendaknya dilakukan oleh umat manusia. Pada halaman 1 terdapat penjelasan sebagai berikut:

"Sabermoela ini kitab sebeloennja ditoetoerken maksoednja, lebih doeloe kita hendak menerangken adanja ini kebatinan jalah asal pengambilan dari dasar pokonja itoe doea hoeroef Djien Too.
Dan sendjatanja ini hoeroeb mendjoeroesnja ada sanget loewas sekali, oleh kerna hoeroeb Tionghwa itoe misalnja sebagi hoeroeb hidoep, atawa seroepa manoesia poenja tabeat serta tida menjimpang pada manoesia poenja prilakoe. Walaopoen satoe hoeroeb dipetjah-belah djadi bebrapapoen, nistjaja tetap bisa berboenji (Berarti). Pemitjahan mana masing-masing misih mempoenjai arti, artian itoe, tida menjimpang sama poko asalnja tadi dan semangkin tegesan maksoednja......"

Berikut adalah contoh-contoh halamannya:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.