Tampilkan postingan dengan label Filsafat China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat China. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

BUKU MELAYU TIONGHOA BERUSIA HAMPIR 100 TAHUN MENGENAI SYAIR BAKTI SEORANG ANAK

BUKU MELAYU TIONGHOA BERUSIA HAMPIR 100 TAHUN MENGENAI SYAIR BAKTI SEORANG ANAK
.

Ivan Taniputera
6 Januari 2014
.

.



Judul: Boekoe Sair Pringetan Boeat Anak-anak Berlakoe Oe Hauw Atawa Berbakti pada Iboe Bapa en Allah (Thian)
Tersalin oleh Tan Keng Lok, Bandoeng, Java pada 1 Januari 1918.
Jumlah halaman 34

Kondisi buku:

Halaman 27-30 sobek dan tidak terbaca.
Halaman 33-34 sobek di bagian bawah. Kalimat-kalimat di bagian bawah tidak terbaca.

Pada halaman 2 hingga 5 terdapat "Sair Peringetan Boeat Anak-anak," mengenai moralitas:

"Kebanjakan orang moeda djaman sekarang,
Memake pikiran banjak jang tjoerang.
Tida inget diri nanti masoek di djoerang.
Namanja boesoek di seboet orang.


Pada halaman 16-17 terdapat pelajaran tentang kehidupan berjudul "Katrangan Wasiatnja Lampoe," yakni dengan perumpamaan sebuah lampu:

"Semprongnja seperti orang poenja nama, Apinja seperti orang poenja djiwa. Tempat soemboe seperti orang poenja kepala. Soemboenja seperti orang poenja otak jang teroes di ati..."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.




Halaman yang sobek.




Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Senin, 10 Maret 2014

BUKU RIWAYAT KONG ZI (CONFUCIUS)

BUKU RIWAYAT KONG ZI (CONFUCIUS)

Ivan Taniputera
10 Maret 2014



Judul: Nabi Khong Hoe Tjoe (Confucius): Hikajat Ringkes dari Penghidoepan dan Peladjarannja
Penulis: Kwee Tek Hoaij
Penerbit: Drukkerij Moestika, Batavia, 1934
Jumlah halaman: 114+vi

Buku meriwayatkan secara ringkas kehidupan Kong Zi (Confucius) atau yang juga dikenal sebagai Nabi Khong Hoe Tjoe. Berikut ini adalah daftar isinya.


Berikut ini adalah beberapa kutipan dari buku tersebut:

"Khong Tjoe poenja familie tida bisa disangsiken lagi ada jang paling toea dan paling agoeng di Tiongkok, dan brangkali djoega di antero doenia. Boekan sadja di antara kake mojangnja ada terdapet bebrapa keizer atawa radja jang termashoer, hanja dalem hikajat ada tertjatet satoe pembesar bernama Ch'i (Hokkian: Siat) jang mendjadi Minister van Onderwijs atawa Pendidikan Rahajat di bawah prentahnja Keizer Soen jang bertachta, sebagi penggantinja Keizer Giauw, pada abad ke023 sablonnja Nabi Isa, djadi sampe sekarang toeroenannja Khong Tjoe soedah berdjalan 4300 taon lamanja...." (halaman 1)

"Seperti soedah diterangken dalem fatsal jang laloe, Khong Tjoe terpaksa brenti sekolah lantaran perole moesti tjari penghidoepan. Sablonnja menikah, atawa sedikit waktoe sasoedahnja kawin, ia dibri pekerdja'an oleh kepala dari kaoem Ki, dalem bilangan pamerentahan siapa district Tsow ada termasoek, sebagi djoeroe goedang atawa mantri-loemboeng...." (halaman 11)

Berikut ini adalah contoh halamannya:






Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 02 Februari 2014

BUKU MENGENAI KEAGUNGAN KONG HU CU (KONG FUZI)

BUKU MENGENAI KEAGUNGAN KONG HU CU (KONG FUZI)

Ivan Taniputera
3 Februari 2014



Judul: Kabesarannja Nabi Khong Hu Tju
Penebit: Swastika Surakarta
Jumlah halaman: 48

Buku ini berisikan pandangan-pandangan beberapa tokoh mengenai Kong Fuzi. Ada pun daftar isinya adalah sebagai berikut:


Sebagai contoh pada halaman 3 terdapat tulisan Ku Hung Ming:

"BAGAIMANA MESTI MENIMBANG SIFATNYA MANUSIA.
Ku Hung Ming

Satu murid dari Khong Tju (nama Tju Kung) madjukan pertanjakan katanja: "Apakah guruku akan kata tentang seorang jang disukai oleh sekalian penduduk di tempat kadiamannja?"

"Ia tidak perlu lantas dipandang sebagai seorang baik," menjahut Khong Tju.

"Kalau demikian," itu murid menanja pula "bagaimanakah guruku akan bilang tentang seorang jang tidak disukain oleh sekalian penduduk di tempat kadiamannja?"

"Ia pun tidak perlu lantas dipandang seorang djahat atau baik," djawab pula Khong Tju. "Seorang jang benar-benar baik jaitulah jang disuka oleh orang-orang baik di tempat tinggalnja dan tidak disuka oleh orang-orang djahat."

Pada halaman 25 terdapat kutipan sebagai berikut:

"Ketika Khong Tju untuk sedikit tempo memangku djabatan sebagi Hakim Besar, pada satu hari mengadap satu ajah jang madjukan beberapa tuduhan heibat terhadap putranja, Khong Tju suru djebloskan itu ajah dan anak ka dalam pendjara dan anak ka dalam pendjara sampe tiga bulan lamanja, tanpa adakan perbedaan satu apa antara jang menuduh dan jang dituduh, dan sesudah sampe tiga bulan baru iaorang dilepas. Ini perbuatan membikin Minister Chi Huan madjukan tegoran pada Khong Tju, dan peringatkan apa jang ia sering bilang, bahwa mendjalankan Hauw ada hal pertama jang harus dilakukan dengan sungguh hati "Apakah jang sekrang menjegah akan kau berikan hukuman mati pada anak put hauw (tidak berbakti) untuk djadi sebagi tjonto pada jang lain-lain?"

Khong Tju mendjawab: "Itu ajah belum pernah mengadjar putranja bagaimana mesti berlaku uhauw maka itu kadosaan sabenarnja ia sendiri jang mesti tanggung..."

Berikut ini adalah contoh halamannya.






Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 18 Januari 2014

BUKU PELAJARAN TENTANG TAO DAN ILMU KEBAJIKAN

BUKU PELAJARAN TENTANG TAO DAN ILMU KEBAJIKAN

Ivan Taniputera
19 Januari 2014



Judul: Kitab ไบบ้“ Djien Too: Soal Kebatinan Koewadjiban Hidoep dan Pri Kamanoesiaan Oentoek Memimpin Djalannja Lahir dan Batin Boeat Segala Bangsa dan Tida Terlarang Bagi Segala Agama
Penulis: Tan Sioe Hie, Soerabaja, 1 Juni 1936
Jumlah halaman: 42

Buku ini menguraikan pengetahuan pengenai Tao (้“, Pinyin: Dao), beserta kebajikan-kebajikan yang hendaknya dilakukan oleh umat manusia. Pada halaman 1 terdapat penjelasan sebagai berikut:

"Sabermoela ini kitab sebeloennja ditoetoerken maksoednja, lebih doeloe kita hendak menerangken adanja ini kebatinan jalah asal pengambilan dari dasar pokonja itoe doea hoeroef Djien Too.
Dan sendjatanja ini hoeroeb mendjoeroesnja ada sanget loewas sekali, oleh kerna hoeroeb Tionghwa itoe misalnja sebagi hoeroeb hidoep, atawa seroepa manoesia poenja tabeat serta tida menjimpang pada manoesia poenja prilakoe. Walaopoen satoe hoeroeb dipetjah-belah djadi bebrapapoen, nistjaja tetap bisa berboenji (Berarti). Pemitjahan mana masing-masing misih mempoenjai arti, artian itoe, tida menjimpang sama poko asalnja tadi dan semangkin tegesan maksoednja......"

Berikut adalah contoh-contoh halamannya:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.