Tampilkan postingan dengan label petuah kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label petuah kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

Ivan Taniputera
3 September 2015
.



Judul: Djemparing Soeling: Moestika Koemala Boenga Tjepaka Tjina II
Terdapat keterangan: Ilmoe Woelang Hoetomo di bagian rasa sedjatie dari pada pengrasah sedjatie.
Penulis: Dewa Tan Tik Sioe (1884-1929)
Jumlah halaman: 76
Tahun terbit: 1920

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan juga hal-hal terkait ilmu kebatinan. Berikut ini adalah daftar isinya.



Berikut ini adalah contoh syairnya nasihat kehidupan (halaman 23):

"Daon pisang si kajoe djati,
Daon keniker poehon sembodja,
Malang melintang kersanja widi,
Tida memikir doenia bradja."

Pada halaman 26 dapat kita baca:

"Djangan orang membatja ini boekoe 1-2-3 kali sadja lantas lempar swara kasini-sana berlaga-laga ada 1 goeroe, beloen mengenalin oedjoeng bongkotnja soeda orang kebanjakan brani omong in elmoe pendapetannja dari pringetannja sendiri, dari moeda mendapet dradjat doewet, boektinja soeda banjak jang begitoe.

Ka I omong kosong.
Ka II omong djoesta.
Ka III sering loepa dan menghinain lain orang.
Ka IV poerak-poerak dan menipoe.
Ka V omong wadi.

Memanglah orang bodo jang ta' mengenalin 1 bidji elmoe jang bersi djika ada orang menanja ja lantas sadja bikin 1 alesan omongan wadi, tapi kita bilang bodolah! dia.

Pada halaman 63 diulas mengenai Raden Werkudara atau disebut juga Bima, yakni salah seorang di antara lima pandawa:

"R. Werkoedara memakei bertjoendoek ja! boenga poedak sinoempoet, bermaksoed R. Werkoedara pandei melinjapkin segala tjemar dari pada kabetjikan."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:











Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 12 Maret 2015

BUKU KISAH-KISAH PERUMPAMAAN DALAM KEHIDUPAN

BUKU KISAH-KISAH PERUMPAMAAN DALAM KEHIDUPAN
.

Ivan Taniputera
11 Maret 2015
.


Judul: Beberapa Tjeritera Peroempamaan, tjetakan jang kesebelas
Terjetak Dibandar Betawi Pada Pertjetakan Goebernemen, 1927
Jumlah halaman: 34

Buku ini berisi beberapa cerita perumpamaan terkait nasihat kehidupan. Sebagai contoh ceritera pertama:

AJAM DJANTAN

Ada doea ekor ajam djantan berbantah, sebab kedoeanja hendak mendjadi radja pada soeatoe tamboenan roempoet-roempoetan. Setelah beberapa lama berlaga kedoea binatang itu, alahlah ajam djantan jang seekor itoe, serta larilah ia menjemboenjikan dirinja kedalam kandangnja, dan jang menang itoe terbanglah keatas atap seboeah roemah, serta berkokok akan tanda ialah jang menang. Tatkala itoe adalah seekor boeroeng jang amat besar, terbang dioedara. Setelah dilihatnja ajam djantan itoe diatas boeboengan roemah itoe, disambarnjalah ajam itoe serta dibawanja terbang.

IBARATNJA

Djanganlah engkau membesarkan dirimoe sebab oentoengmoe, karena kebesaran hati itoe kerap kali membinasakan orang; seperti pepatahnja: Hendak panjdang terlaloe patah.

Kisah perumpamaan di atas menyarankan agar seseorang jangan menjadi sombong.




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 08 Januari 2015

BUKU MELAYU TIONGHOA BERUSIA HAMPIR 100 TAHUN MENGENAI SYAIR BAKTI SEORANG ANAK

BUKU MELAYU TIONGHOA BERUSIA HAMPIR 100 TAHUN MENGENAI SYAIR BAKTI SEORANG ANAK
.

Ivan Taniputera
6 Januari 2014
.

.



Judul: Boekoe Sair Pringetan Boeat Anak-anak Berlakoe Oe Hauw Atawa Berbakti pada Iboe Bapa en Allah (Thian)
Tersalin oleh Tan Keng Lok, Bandoeng, Java pada 1 Januari 1918.
Jumlah halaman 34

Kondisi buku:

Halaman 27-30 sobek dan tidak terbaca.
Halaman 33-34 sobek di bagian bawah. Kalimat-kalimat di bagian bawah tidak terbaca.

Pada halaman 2 hingga 5 terdapat "Sair Peringetan Boeat Anak-anak," mengenai moralitas:

"Kebanjakan orang moeda djaman sekarang,
Memake pikiran banjak jang tjoerang.
Tida inget diri nanti masoek di djoerang.
Namanja boesoek di seboet orang.


Pada halaman 16-17 terdapat pelajaran tentang kehidupan berjudul "Katrangan Wasiatnja Lampoe," yakni dengan perumpamaan sebuah lampu:

"Semprongnja seperti orang poenja nama, Apinja seperti orang poenja djiwa. Tempat soemboe seperti orang poenja kepala. Soemboenja seperti orang poenja otak jang teroes di ati..."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.




Halaman yang sobek.




Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.