Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

BUKU MENGENAI BELAJAR ILMU GAIB

BUKU MENGENAI BELAJAR ILMU GAIB
.
Ivan Taniputera.
23 Mei 2016
.


Judul: Beladjar dan Bertapa Boeat Ilmoe Gaib
Penulis: Lamyangtjindjin
Penerbit: Boekh. & Uitg.-Mij. “Terminus,” Semarang, 1928
Jumlah halaman: 44
.
Buku ini membahas perihal mempelajari ilmu gaib, seperti syarat, tata cara, dan lain sebagainya.
.
Pada bagian “Moela Kata,” dinyatakan sebagai berikut:
.
“Orang jang berniat tetep aken mejakinken ilmoe sihir, haroes dan perloe sekali lebih doeloe mengerti betoel dan mengetahoei theorienja ilmoe gaib itoe, soepaja biarpoen ada terdjadi apa djoega, senantiasa hati bisa tinggal taba dan tetep, tida dapet rasa was (hati ketjil). Dengan begitoe orang aken dapet pladjarken berbagi-bagi ilmoe gaib dengen segala slamet dan terdjaoe dari bahaja.”
.
Pada bagian “Peladjaran 1” dibahas mengenali latihan mengumpulkan kekuatan magnetisme:
.
“Doedoek lempeng (djedjak) di korsi; kepala lempeng; poendak2 ditarik ka blakang, dada djadi madjoe; kedoeanja kaki menapak di tanah.......”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.


.


.


.


.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 04 September 2015

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

Ivan Taniputera
3 September 2015
.



Judul: Djemparing Soeling: Moestika Koemala Boenga Tjepaka Tjina II
Terdapat keterangan: Ilmoe Woelang Hoetomo di bagian rasa sedjatie dari pada pengrasah sedjatie.
Penulis: Dewa Tan Tik Sioe (1884-1929)
Jumlah halaman: 76
Tahun terbit: 1920

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan juga hal-hal terkait ilmu kebatinan. Berikut ini adalah daftar isinya.



Berikut ini adalah contoh syairnya nasihat kehidupan (halaman 23):

"Daon pisang si kajoe djati,
Daon keniker poehon sembodja,
Malang melintang kersanja widi,
Tida memikir doenia bradja."

Pada halaman 26 dapat kita baca:

"Djangan orang membatja ini boekoe 1-2-3 kali sadja lantas lempar swara kasini-sana berlaga-laga ada 1 goeroe, beloen mengenalin oedjoeng bongkotnja soeda orang kebanjakan brani omong in elmoe pendapetannja dari pringetannja sendiri, dari moeda mendapet dradjat doewet, boektinja soeda banjak jang begitoe.

Ka I omong kosong.
Ka II omong djoesta.
Ka III sering loepa dan menghinain lain orang.
Ka IV poerak-poerak dan menipoe.
Ka V omong wadi.

Memanglah orang bodo jang ta' mengenalin 1 bidji elmoe jang bersi djika ada orang menanja ja lantas sadja bikin 1 alesan omongan wadi, tapi kita bilang bodolah! dia.

Pada halaman 63 diulas mengenai Raden Werkudara atau disebut juga Bima, yakni salah seorang di antara lima pandawa:

"R. Werkoedara memakei bertjoendoek ja! boenga poedak sinoempoet, bermaksoed R. Werkoedara pandei melinjapkin segala tjemar dari pada kabetjikan."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:











Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 02 September 2015

BUKU KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN) TENTANG KEBATINAN, RESEP OBAT TIONGHOA, DAN LAIN SEBAGAINYA

BUKU KARYA DEWA TAN TIK SIOE  (TAN TIK SIOE SIAN) TENTANG KEBATINAN, RESEP OBAT TIONGHOA, DAN LAIN SEBAGAINYA

Ivan Taniputera
2 September 2015




Judul: Rasa Sedjati: Boengah Tjepaka Tjina Java, Ilmoe Woelang Hoetomo Wilis Adem Hati
Penulis: Tan Tik Sioe Sian (Dewa Tan Tik Sioe, 1884-1929)
Jumlah halaman: 115

Buku ini berisikan berbagai macam hal, seperti resep obat dan nasihat-nasihat kebatinan beserta spritualisme.

Berikut ini adalah contoh halaman yang berisikan resep obat.






Seperti pada gambar di atas, maka resep obat itu tercantum dalam aksara Tionghoa, dengan sedikit keterangan di bawahnya. Terdapat sekitar 30 resep obat.

Selanjutnya terdapat berbagai syair nasihat.

"ikan moong sing di poelo batoe,
ikan bader, tambang, segaran,
oentoeng roegi, dijawamoe itoe,
hatimoe keder, djadi seselan." (halaman 28).

Terdapat pula nasihat:

"Djangan pertjajakin segala kitab-kitab goeroe-goeroe-goeroe nenek goeroe, pertjajakinlah timboel dari hatimoe sendiri."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:















Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Senin, 29 Juni 2015

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA TENTANG ILMU TAREKAT, HAKIKAT, DAN MAKRIFAT

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA TENTANG ILMU TAREKAT, HAKIKAT, DAN MAKRIFAT

Ivan Taniputera
26 Juni 2015
.


Judul: Pusaka Kraton Tanah Jawa Djilid IV: Tarekat, Chakekat, Makrifat
Penulis: -
Penerbit: Astrologische Bureau Aquarius, Semarang
Terdapat keterangan: Malang, Desember, 1953.
Jumlah halaman: 123

Buku ini membahas berbagai hal mengenai ilmu tarekat, hakikat, dan makrifat, termasuk berisikan berbagai doa dan ajaran-ajaran lainnya.

Berikut ini adalah daftar isinya:

.

.

.


.


Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.

.
.

.

Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 18 Juni 2015

BUKU TENTANG ILMU MAKRIFAT

BUKU TENTANG ILMU MAKRIFAT

.
Ivan Taniputera
19 Juni 2015

,


Judul: Kitab Makrifat Jaitu Ilmu Hal Hidup
Terdapat keterangan: "Menerangkan djadi dunia kita dengan segala isinja.
Penulis: tidak diketahui
Penerbit: Toko Buku dan Penerbit Tan Khoen Swie, Kediri, 1951.
Jumlah halaman: 32

Buku ini memaparkan berbagai ilmu mengenai kehidupan. Sebagai contoh pada halaman 7 terdapat penjelasan:

"Adapun bedanja orang Wafat dengan orang Tidur demikianlah: Djikalau orang Wafat Njawanja keluar dari Badan Kasar memakai Rohrobani, djika orang Tidur Njawanja keluar dari Badan Kasar memakai Rohrochani."
Sjahadan Rohrochani lebih besar dari pada Rohrobani dan Rohdjasmani, maka djika di pandang dengan mata sampurna lalu kelihatan bertjahja gilang gumilang tjemerlang mengulilingi sebulatnja Badan kasar seperti Awan mengrubungi puntjak Gunung...."

Pada halaman 16:



"Maka djika Manusia bolih memakai atau merentah salah suatunja Badan itu lalu mengetahui sekalian keadaannja pada lapisan Dunia jang sebangsa Djasad dengan Badannja maka haruslah kita misti mengetahui djika kita ini mempunjai Badan lebih dari satu, serta wadjiblah mengusaha supaja boleh memakai Badan sekalian tadi semuanja."


Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 19 Oktober 2014

BUKU TENTANG SPIRITUAL DAN ILMU GAIB

BUKU TENTANG SPIRITUAL DAN ILMU GAIB

Ivan Taniputera
19 Oktober 2014




Judul: Soeara Soeksma (Wisikan)
Pada bagian halaman depannya terdapat keterangan:

"Kitab ini terkoetip dari kitab pengadjaran Kentjana bahasa Inggris oleh Njonjah H.P. Blavaskij dan disalin ke bahasa Ollanda, didjawikan oleh R. M. Soehatmoko di Soerakarta.
Tersalin ke bahasa Melajoe rendah oleh M. Hardjosoedjono di Papar.
Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1937.
Jumlah halaman: 56.

Buku ini membahas berbagai aspek mengenai kebatinan, spiritual, dan ilmu gaib. Berikut ini adalah daftar isinya.




Terdapat uraian mengenai kundalini di halaman 14:

"Koendalini itoe dinamai kekoeatan jang seperti oelar atau seperti tjintjin, sebab itoe bertjampoeran (seperti spiral) didalam badannja batoe jang memboeat pribadi dapat pandai jaitoe daja kekoeatan Gaib, pokok kekoeatan soeksma jang tertinggal di seberang alat kodrat jang menghoeboeng alat wadag..."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Senin, 13 Oktober 2014

BUKU KEBATINAN TENTANG WEJANGAN DAN AJARAN BERBAGAI GURU SPIRITUAL ILMU KESEMPURNAAN

BUKU KEBATINAN TENTANG WEJANGAN DAN AJARAN BERBAGAI GURU SPIRITUAL ILMU KESEMPURNAAN

Ivan Taniputera
13 Oktober 2014



Judul: Ilmoe Wedjangan Goeroe-goeroe
Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1935
Jumlah halaman: 83

Pada bagian sampulnya tertulis:

"Mentjeritakan doea poeloeh matjam Wedjangan dari Goeroe-goeroe jang mengadjarkan Ilmoe Kesempoerna'an. Terhimpoen dari satoe persatoe Wedjangan."

Buku ini meriwayatkan seseorang bernama Prastowo, di Surakarta, yang gemar beguru ilmu tua (ilmu kesempurnaan spiritual) dan senang berguru ilmu kebatinan:

"Pada waktoe itoe oemoernja sedang 17 taoen. Adapoen jang mendjadi sebabnja soeka bergoeroe itoe, jalah karena kerapkali mendenger pertjakapan handai-taulannja, jang seolah-olah dirahasiakan, sehingga ia tida boleh toeroet tjampoer dalam pertjakapan itoe. Hal jang demikikan menjebabkan akan boleh toeroet dalam pertjakapan itoe. Akan tetapi keinginannja itoe selaloe tinggal mendjadi keinginan sadja..."

Keinginan itulah yang mendorong Prastowo berguru pada berbagai guru spiritual.  Prastowo pertama-tama berguru pada Kijai Iman Mandrowo (halaman 5):

"Apabila orang bergoeroe pada kijai Imam Mandrowo, onkostnja ditentoekan, jaitoe: seorang f 10,- sedikitnja. Adapoen wang f10,- itoe, jang f 5,- boeat maskawin dan jang f 5,- lagi boeat onkost lain2, misalnja: ongkost memboeat slametan...."

Selanjutnya diriwayatkan mengenai pengajaran guru tersebut. Berikut ini adalah kutipan percakapan mereka:

"K (singkatan dari Kijai-penulis) "Anakda beloem bergoeroe lain, melainkan pada saja inikah?"
P (singkatan dari Prastowo-penulis) Begitoe, Kijai, baroe sekali ini bergoeroe."
K "O, ja, itoelah sebabnja. Nah tjoba saja bertanja begini: Kalau anakda mempoenjai soedara, sampai lama tida bertemoe, apa namanja itoe?"
Prastowo sampai lama ta' pandai mendjawab. kemoedian katanja:
P, "Ingat-ingat hanja lama tidak bertemoe itoelah namanja."
K, "Bagaimana rasa hati anakda? Rasa hati itoelah jang saja tanjakan."...."


Selanjutnya Prastowo juga berguru pada guru-guru lainnya. Buku ini meriwayatkan pengalaman Prastowo dalam menimba ilmu spiritual.

Berikut ini adalah daftar isinya:


Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 13 Maret 2014

BUKU TAFSIRAN BHAGAVAT GITA

BUKU TAFSIRAN BHAGAVAT GITA
Ivan Taniputera
13 Maret 2014




Judul: Bhagavat-Gita Interpreted
Penulis: Kwee Tek Hoay
Penerbit: Nj. Tjoa Hin Hoey, Djakarta, 1959
Jumlah halaman: 166

Buku ini hanya judulnya saja berbahasa Inggris, namun isinya dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah daftar isinya.



Pada halaman 1 terdapat keterangan sebagai berikut:

"Terdjemahan kitab Bhagavat Gita berikut tafsiran dan keterangannja, pertama kali telah dimuat dalam madjallah "Mustika Dharma" April 1932 oleh Alm. Ajah Kwee Tek Hoay, jang pada masa hidupnja djuga menerbitkan buku-buku kebatinan mengenai agama Buddha, Khong Tjo, Lao Tze, Theosofie, Hinduisme, Kristen dan Islam...."

Pada halaman 7 terdapat uraian sebagai berikut:

"Untuk dapat kembali milik jang terampas, dan untuk dapatkan kamerdika'an dan kabebasan dari pengaruh djahat, manusia harus sedia sendjata dan tentara tjukup akan maklumkan satu Peperangan Besar, satu Maha-barata pada dirinja sendiri bunuh dan binasakan itu segala nafsu dan keinginan jang tidak pantas, tidak padang, ia sudah djadi biasa dan itu semua sebagai kawan rapat jang ta' dapat terpisah lagi. Ardjna panglima dari Pandawa, telah menangis sedih ketika hendak madju kemedan perang, karena mengingat dalam barisan dari Kurawa jang ia hendak tempur terdapat begitu banjak famili dan sobat-sobatnja sendiri jang sudah dikenal sedjak masih ketjil dan biasa hidup bersama-sama..."

Berikut ini adalah contoh halaman-halamannya:





Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 02 Februari 2014

BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA

BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA

Ivan Taniputera 

2 Februari 2014




Judul: Serat Dewa Ruci (dalam aksara Jawa)
Penulis: Empu Widayaka
Diterbitkan dan diedarkan oleh Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 56
Bahasa dan aksara Jawa

Pada halaman 3 tertera sebagai berikut:

"Serat Dewa Ruci punika ing ngajeng mawi tembang Kawi sekar ageng, anggitanipun Empu Widayaka ing Nagari Mamenang, inggih ing Kadhiri."

Empu Widayaka wau inggih Ajisaka, timuripun nama Jaka Sangkala, putranipun Empu Anggajali, ibunipun Putri  ing Nagari Najran, tanah Ngarab...."

Terjemahan:

"Serat Dewa Ruci itu asalnya adalah Tembang Kawi sekar ageng, karangan Empu Widayaka di Negeri Mamenang, yang juga berada di Kediri.

Empu Widayaka juga disebut Ajisaka, waktu muda bernama Jaka Sangkala, putera Empu Anggajali, ibunya adalah Putri di Negeri Najran, Tanah Arab...."

Berikut ini adalah contoh halamannya.



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.