Tampilkan postingan dengan label Agama Dao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Dao. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2015

BUKU ILMU HU (JIMAT ATAU AMULET) THIO TIAN SOE (RADJA SETAN) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KARENA MAKHLUK HALUS

BUKU ILMU HU (JIMAT ATAU AMULET) THIO TIAN SOE (RADJA SETAN) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KARENA MAKHLUK HALUS
.

Ivan Taniputera
22 Maret 2015
.
.


Judul: Kitab Tjap Dji Ya Menoeroet Ilmoenja Thio Tian Soe (Radja Setan atau Zhang Tianshi) Bergoena Boeat Orang Sakit Terkena (Hoan Tio')
Penulis: -
Penerbit: Drukkerij Kho Tjeng Bie & Co., 1927
Jumlah halaman: 35

Buku ini membahas mengenai hu (jimat atau amulet) yang dipergunakan untuk mengobati orang sakit karena gangguan berbagai makhluk halus. Sebagai catatan buku ini merupakan pelengkap bagi buku Kitab Giok Ah Kie (Tjap Dji tja) "Thio Tian Soe Radja Setan", G. Kolff & Co., 1902.

Dalam buku ini terdapat pembahasan mengenai masing-masing penyakit yang timbul pada berbagai tanggal penanggalan lunar atau Imlek beserta hu penangkalnya, sebagaimana penjelasan di awal buku ini:

"Ini boekoe ada terisi HOE soerat Tionghoa, menoeroet betoel didalam boekoe Tionghoa Tjap Dji Ya jang tiap-tiap hari tanggal 1 sampe 30 hari orang Tionghoa ada poenja HOE sendiri-diri, jang ada tersanding didalem ini boekoe dan lebih doeloe orang misti preksa itoe orang moelai sakit hari apa. Sepertinja itoe orang moelai sakit di tanggal 10 (Tjetjap), lantas misti preksa ini boekoe di tanggal 10, jang ada tersanding djoega Hoenja, lantas bisa taoe itoe orang sakit lantaran apa dan lantas toelis itoe Hoe-nja dengan tinta merah (Gintjoe) di kertas koening teroes di bakar dengan semangkok ketjil.........."

Dengan demikian, berdasarkan uraian di atas, seseorang perlu mengingat kapan ia jatuh sakit, yakni mencari tahu tanggal Imleknya, kemudian mencocokkannya dalam buku ini. Sebagai contoh, orang sakit pada tanggal 1 Imlek:

"Penjakit dari Wetan Koeloen lagi berdjalan terkena Hoantio dari aloes pepoehoenan dia tetamoe iblis ganggoe, djadi kepala sakit badan dingin dan panas, doedoek dan berdiri tiada enak...."

Maka menurut uraian di atas, ia sakit karena terkena gangguan makhluk halus yang tinggal di pepohonan. Kemudian tinggal menggambar hu terlampir pada buku ini.

Buku ini juga memuat mantra Thio Tian Soe

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 27 Januari 2015

BUKU TENTANG SELUK BELUK AGAMA TIONGHOA

BUKU TENTANG SELUK BELUK AGAMA TIONGHOA
.

Ivan Taniputera
27 Januari 2015
.



Judul: Agama Tionghoa.
Terdapat keterangan:
"Menerangken maksoed dan atsal-oetsoelnja hari raja, pamoedja'an pada machloek-machloek soetji, adat kabiasa'an dan traditie jang berhoeboeng dengen kapertjaja'an Tionghoa, dengen dibanding sama kapertjaja'an dan adat kabiasa'an dari laen-laen bangsa dan agama."

Penulis: Kwee Tek Hoaij (1886-1951)
Penerbit: Drukkerij "Moestika" Tjitjoeroeg, 1937
Jumlah halaman: 118

Buku ini membahas berbagai aspek mengenai keyakinan beserta tradisi yang dianut oleh bangsa Tionghoa. Pada halaman 1 terdapat pengantar sebagai berikut: " Jang dinamaken "Agama Tionghoa" ada termasoek tiga agama jang pada djeman Tjhingtiauw telah diakkoe sah sabagi Agama Negri oleh pamarentah di Tiongkok, jaitoe Khong Kauw, (Confucianisme) Hoed Kauw (Buddhisme) dan Too Kauw (Taoisme). Sabetoelnja kapertjaja'an orang Tionghoa kabanjakan ada ratjikan atawa gaboengan dari itoe tiga matjem agama, hingga tiada banjak terdapet Confucianists, Buddhists atawa Taoists jang tjoemah pegang satoe agama sadja..."

Selanjutnya terdapat penjelasa lagi:

"Di Java, lantaran pada tempo doeloe ampir samoea orang Tionghoa beristri dengen prampoean priboemi itoe kapertjaja'an tjampeor adoek dari Tiongkok (Hokkian) telah bertambah lagi dengen kapertjaja'an orang priboemi, jaitoe Djawa atawa Soenda, sedeng di Batavia, jang di djaman doeloe ada djadi poesatnja perdagangan boedak, ................."


Pada halaman 2 terdapat penjelasan tentang perayaan tahun baru Tionghoa:

"Kaloe orang Tionghoa, di harian Taon Baroe Tjiagwee Tje-it, bertemoe dengan sobat-sobat jang sama pantaran, iaorang biasa oetjapken "Hoo Sin Tjoen" atau "Sin Tjoen Kiong Hie," jang dianggep sebagi mengoetjap "Slamet taon baroe," atawa "Bergirang boeat kadatengannja taon baroe."
Tapi itoe perkata'an "Sin Tjoen" sabetoelnja boekan dimaksoedkan "Taon Baroe," hanja Moesim Semi jang baroe..."

Berikut ini adalah daftar isinya:











Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 18 Januari 2015

BUKU TERJEMAHAN DAN URAIAN DAO DE JING (道德經 TAO TEH KING)

BUKU TERJEMAHAN DAN URAIAN DAO DE JING (道德經 TAO TEH KING) 
.

Ivan Taniputera
18 Januari 2015
.


Judul: Tao Teh King 道德經

Terdapat keterangan:

"Kitab peladjaran philosofie Tionghoa jang paling koeno, menerangken azas-azas dari Taoisme, atawa ilmoe boeat mendapet katentreman dan kabebasan hidoep."

Penulis: Kwee Tek Hoaij (1886-1951)
Penerbit: Drukkerij "Moestika," Tjitjoeroeg, 1938
Jumlah halaman: 349

Buku ini berisikan terjemahan dan uraian mengenai Dao De Jing. Berikut ini adalah daftar isinya:



Pada bagian Moekadamat disebutkan sebagai berikut:

"Ini salinan dari TAO TEH KING dengen katerangannja soedah dimoeat dalem mandblad Moestika Dharma moelai dari Mei 1935 No 38 sampe Maart 1938 No 72- berdjalan lamanya 35 boelan."

Pada halaman 1 dapat kita baca:

"Itoe kitab jang terkenal sebagi "Tao Teh King" brangkalih doeloenja ada berbeda dari sekarang. Menoeroet achli hikajat Ssu-ma Chien, itoe kitab tjoemah dipetjah mendjadi doea bagian; jang pertama membitjaraken Tao dan jang kadoea Teh..."

Berikut ini adalah kutipan terjemahan bagian pertama Dao De Jing:

"1. Tao jang bisa dibitjaraken dengen perkataan boekan ada Tao sedjati jang bersifat kekel.
2. Nama dari saroepa sifat jang orang bisa seboet, boekan mengoendjoek sifat jang betoel dan kekel.
3. Apa jang soedah ada sablonnja tertjipta Langit dan Boemi itoelah dinamaken Kakosongan..." (halaman 13)

Selanjutnya pada bagian uraian dapat kita baca antara lain sebagai berikut:

"Antara kosong dan berisi, doea-doea ada menggenggem sifat kabaekan. Gendi jang tida poenja kakosongan di dalemnja, tida bisa dipake boeat tempat aer. Dalem hal membikin apa-apa, soeker dan gampang selaloe berada sama-sama, begitoe poen pandjang dan pendek, deket dan djaoe, tinggi dan rendah, jang masing-masing mempoenjai kagoena'an sendiri.."

Ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 26 Oktober 2014

BUKU TENTANG LAOZI DAN AGAMA DAO (TAO)

BUKU TENTANG LAOZI DAN AGAMA DAO (TAO)

Ivan Taniputera
27 Oktober 2014




Judul: Lao Tze dan Peladjarannja: Menoeroet pemandangan dari sadjoemblah philosoof, sinoloog, dan occultist
Penulis: Kwee Tek Hoay
Penerbit: Moestika, 1935
Jumlah halaman: 95

Buku ini membahas mengenai Laozi (Lao Tze) dan sejarah beserta aspek Agama Dao (Tao). Berikut ini adalah daftar isinya.



Pada halaman 1 diulas bahwa riwayat kehidupan Laozi sangat sedikit diketahui:

"Keterangan tentang ini Poedjonggo, Philosoof atawa Nabi, jang komoedian dipandang sebagi machloek soetji di tingkatan tinggi, ada sedikit sekalih, dan riwajat dari penghidoepannja jang sanget pendek ada terdapet dalem boekoe Hikajat Peringetan dari Ssu-ma Chien jang ditoelis di taon 91 dimoeka Nabi Isah. Menoeroet itoe boekoe, Lao Tze poenja nama toeroenan (she) ada Li, namanja Urh, tjara Hokkian djadi Lie Djie (李耳). Ia terlahir di taon ketiga dari tachtanja baginda King Phing, jaitoe di taon 604 dimoeka Nabi Isah, tapi tanggal dan boelannja tida tertjatet........"

Dalam ejaan Pinyin 李耳 akan diromanisasi sebagai Li Er. Er sendiri dalam bahasa Mandarin modern berarti "telinga."

Selanjutnya, diulas kisah-kisah ajaib mengenai Laozi, antara lain:

"....ia ada dalem kandoengan iboenja sampe 81 taon lamanja (ini angka sijmbolisch: 9x9). dan koetika dilahirken roepanja seperti aki-aki dengen ramboet dan djenggot poetih, moeka dan koelit badannja kripoetan seperti biasanja saorang beroemoer tinggi....."


Diriwayatkan pula ulasan perjumpaan Laozi dan Kongzi (Kong Hu Cu).

Setelah masuknya agama Buddha, maka terjadi persaingan antara Daoisme dan Buddhisme:

"Sadari Buddhisme masoek di Tiongkok pertentangan antara Taoisme dengen Khong Kauw kaliatan mendjadi sirep, tapi persaingan antara Taoisme dengen Buddhisme ada rame sekalih, kerna kadoeanja berkoetetan boeat menarik hatinja keizer-keizer, terkadang jang satoe disoeka dan jang laen dibentji, terkadang doea-doeanja dimoesoehin.

Sebagi tjonto, di taon 555 keizer pertama dari negri Chi Oetara telah kaloearken titah soepaja pemimpin-pemimpin dari itoe doea kaoem bikin peroendingan aken oendjoek kabaekannja marika poenja agama, kerna itoe keizer hendak singkirken salah-satoe jang kadapetan koerang baek. Kasoedahannja kaoem Taoist dipandang kalah, semoea padrinja moesti masoek djadi hweshio, dan ampat jang tida maoe menoeroet telah dihoekoem mati.
Keizer pertama dari ahala Tang (Keizer Lie Sie Bin) melarang doea-doeanja (Buddhisme dan Taoisme) dan semoea padri-padrinja diboebarken soepaja balik mendjadi kombali rahajat biasa dan dikaloearken titah boeat roesakken marika poenja boekoe-boekoe, patoeng-patoeng dan klenteng-klenteng, tapi ini firman pada tiga taon blakangan telah ditarik kombali.
Di taon 741 Keizer Tang Hsuan Tsung berbalik menjoekain kaoem Taoist dan kasih prentah boeat boeka roemah-roemah sekolah sengadja aken fahamken philosofie dari Taoisme dan adaken djoega......." (halaman 22-23)

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.