Tampilkan postingan dengan label Primbon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Primbon. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2018

BUKU TULISAN TANGAN TENTANG KERIS

BUKU TULISAN TANGAN TENTANG KERIS.
.
Ivan Taniputera.
28 September 2018.
.
Ini adalah buku tulisan tangan yang mengulas berbagai jenis keris. Tidak terdapat judul bagi buku catatan ini. Nama penulisnya juga tidak tercantum. Bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Jawa dengan aksara Latin bersambung. Jumlah halaman adalah 73. Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.
.
.
.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 10 Februari 2018

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.
.
Ivan Taniputera.
10 Februari 2018.

.
.
Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.
Penulis: ---
Jumlah halaman: 68.
Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.
.
Buku ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar isinya.
.

.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.
.
.
.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 07 Februari 2017

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING
.
Ivan Taniputera.
6 Februari 2017.
.

.
Judul: Lajang Katoeranggan.
Terdapat keterangan: Ja ikoe katoerangganing djaran, manoek perkoetoet lan koetjing. Nerangake titikane kewan teloeng warna maoe, kang ala lan kang betjik wahanane toemrapkang ngingoe, katanda sake tjandrane, oelese, tjiri-tjirine lan lija-lijane.
Penulis: Tidak diketahui.
Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 28
Bahasa: Jawa.
.
Buku ini menjelaskan mengenai pertanda baik buruknya kuda, perkutut, dan kucing, beserta obat ketiga hewan tersebut.
.
Sebagai contoh pada halaman terdapat pertanda kuda yang buruk:
.
“Anda-moestaka, oenjeng-oenjeng ana ing sikil ngarep kapernah ing dengkoel oetawa sadoewoere; ala banget, nibakake lan ngidak kang noenggang; ‘mbilaeni.”
.
Terjemahan:
“Anda-moestana, pusaran bulu ada di kaki depan, tepatnya pada lutut atau atasnya; sangat buruk, dapat menjatuhkan serta menginjak penunggangnya; membahayakan.”
.
Mungkin di zaman sekarang hal ini tidak berlaku lagi.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 15 Juni 2016

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN
.
Ivan Taniputera.
15 Juni 2016.
.



.
Judul: Poesaka Kraton Tanah Djawa: Djilid Pertama Boekoe Pantja Warna
Terdapat keterangan: Terisi dengan segala pengetahoean oemoem jang banjak terpake menoeroet adat istiadat dari bangsa Boemipoetra sedari dzaman doeloe kala.
Penulis: Tidak diketahui.
Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang, sekitar tahun 1920-1930-an.
Jumlah halaman: 109.
.
Buku ini berisikan beragam hal yang ada kaitannya dengan kepercayaan tradisional Jawa, seperti mencari hari baik dan buruk, meramalkan nasib seseorang berdasarkan aksara Jawa (hanacaraka) paling depan serta paling belakang nama seseorang, makna pranata mangsa, tabiat wanita berdasarkan namanya, ilmu pengobatan tradisiona, dan metoda ramal dengan dadu.
.
Lalu terdapat pula selamatan menurut hari kelahiran (weton) seseorang, misalnya orang yang lahir pada Djoemat Legi, maka selamatannya adalah:
.
“Toempeng megono pake goedangan (djanganan),,,,,,” (halaman 47).
.
Selanjutnya terdapat pula metoda ramalan dengan menggunakan dadu.
.
Berikut ini adalah daftar isinya:
.


.


.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.


.


.


.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 07 Mei 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 130 TAHUN MENGENAI ILMU NUMEROLOGI JAWA YANG LUAR BIASA

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 130 TAHUN MENGENAI ILMU NUMEROLOGI JAWA YANG LUAR BIASA.
.
Ivan Taniputera.
6 Mei 2016.
.

Judul: Ngelmoe Gaibing Ongko: Isi Pesatohan bab Laki-rabi, lan wadhining ongko, kanggo ngolah kawroeh marang wong ahli ngelmoe gaib, oetowo petangan kanggo ngawroehi opo barang sadhoeroenge kedhadhejan.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: “Ilmu Kegaiban Angka: Berisikan perjodohan suami-isteri, dan rahasia angka, guna meningkatkan pengetahuan bagi ahli ilmu gaib, atau ramalan guna mengetahui apa yang akan terjadi.”
Penulis: Ng. H. Soediro.
Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang.
Angka tahun tidak tertera, namun menurut sumber http://onesearch.id/Record/IOS1-INLIS000000000469739, maka buku ini diterbitkan tahun 1883, sehingga usianya kurang lebih sudah 130 tahun lebih.
Jumlah halaman: 116.
Bahasa: Jawa.
.
Buku ini berisikan numerologi berdasarkan aksara Arab. Berikut ini adalah daftar isinya.
.

.

.

.
Berikut ini adalah caranya.
.

.
Pada halaman di atas dijelaskan mengenai nilai masing-masing aksara Arab. Selanjutnya nama seseorang dialih aksarakan dengan aksara-aksara di atas. Lalu dijumlahkan nilai angkanya. Buku ini juga memberikan berbagai contoh, antara lain salah seorang terkaya di Asia Tenggara pada masa lampau, yakni Oei Tiong Ham.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 06 Mei 2016

PRIMBON ILMU PERBINTANGAN JAWA

PRIMBON ILMU PERBINTANGAN JAWA
.
Ivan Taniputera.
6 Mei 2016
.

.
Judul: Primbon Ramalan Nabi Palintangan: Wawatakanipun Manungsa Sarta Apes dan Djajane
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka judulnya adalah: “Primbon Ramalan Nabi dan Perbintangan: Kepribadian Manusia Beserta Kemalangan dan Keberuntungannya.”
Penulis:-- (tidak tercantum).
Penerbit: Mahadewa, 1950
Jumlah halaman: 7
Bahasa: Jawa.
.
Buku ini merupakan ramalan berdasarkan neptu, yakni jumlah nilai numerologi hari berjumlah tujuh (Saptawara: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu) serta hari berjumlah lima (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing). Keduanya dijumlahkan, lalu dicari makna nilainya pada buku ini.
.
Sebagaai contoh, orang yang mempunyai jumlah neptu 7:
.
“Neptu 7. Lintang Midian, bala lintang kuda, satru lintang Djadi. Watake agung begdjane, akeh godane. Laksanane angin, tan kena gegondjakan. Larane sirah, sranane nganggo ali-ali mata idjo.....”
.
Terjemahan bahasa Indonesia:
.
“Neptu 7. Bintang Midian. Cocok dengan bintang kuda. Tidak cocok dengan bintang Djadi. Banyak keberuntungannya. Sering mendapat godaan. Ibaratnya angin, tidak dapat diajak bergurau. Penyakitnya adalah bagian kepala. Penangkalnya adalah mengenakan cincin bermata batu hijau.....”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 13 Oktober 2015

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN TENTANG ASTROLOGI INDIA YANG SANGAT LUAR BIASA

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN TENTANG ASTROLOGI INDIA YANG SANGAT LUAR BIASA
.
Ivan Taniputera.
13 Oktober 2015

.


.
Judul: Complete System of Natural Astrology of Varahamihira:
Translated from Sanskrit into English
Penerjemah: H. Kern (1833-1917), nama lengkap Johan Hendrik Caspar Kern.
Penerbit: Martinus Nijhoff, ‘S-Gravenhage, 1913
Jumlah halaman: Karya ini merupakan bagian kumpulan tulisan H. Kern (H. Kern Verspreide Geschriften) jilid 1 (Eerste Gedeelte), dari halaman 169-319
Di sambung kembali dalam kumpulan tulisan H. Kern (H. Kern Verspreide Geschriften) jilid 2 (Tweede Deel), halaman 1-190
Dengan demikian secara total kurang lebih ada 340 halaman.
Bahasa: Inggris
.
Ini adalah buku panduan tentang Astrologi India yang sangat luar biasa. Barangsiapa yang ingin memahami Astrologi India klasik perlu membaca buku ini.
Berikut ini adalah daftar isinya:
DAFTAR ISI BAGIAN PERTAMA:
.

.

DAFTAR ISI BAGIAN KEDUA
.


.
Buku luar biasa ini membahas antara lain mengenai tanda-tanda alam, seperti gerhana matahari dan bulan:
.
“If an eclipse of the sun and moon should happen to occur both in the same month, then monarchs perish by the troubles in their own armies, and war rages violently.” (halaman 193, bagian pertama).
.
Terjemahan:
.
“Jikalau gerhana matahari dan bulan keduanya terjadi di bulan yang sama, maka para raja akan musnah karena permasalahan dalam tentaranya sendiri, dan perang akan mengamuk dengan dashyatnya.”
.
“Rahu appearing when the sun is in its northern progress, ruins the Brahmans and princes; when the sun is in the southern progress, the Vaiscyas and Cudras. The same when seen in the north, the east, and so on, destroys the Brahmans, the Ksatriyas, and the rest, in succession.”
.
Terjemahan:
.
“Rahu muncul sewaktu matahari sedang bergerak di utara, akan meruntuhkan bagi para Brahmana dan pangeran; sewaktu matahari sedang bergerak di selatan, kaum Waisya dan Sudra [akan mendapatkan pengaruh buruknya]. Hal yang sama bila disaksikan di utara, timur, dan seterusnya, menghancurkan Brahmana, Ksatriya, dan lain sebagainya, secara bergantian.”
.
Bagian pertama buku ini juga membahas makna planet, komet rasi bintang, lingkaran sinar di seputar matahari, dan lain sebagainya.
Sementara itu, bagian kedua juga membahas mengenai tanda-tanda yang bagus bagi hewan peliharaan, seperti anjing, ayam jantan, dan lain sebagainya.
Secara umum, ini seperti primbon bagi orang India.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.


.


.




.



.


.
Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 22 September 2015

BUKU LUAR BIASA KUMPULAN RAMALAN DAN HAL-HAL GAIB DI SELURUH PENJURU TANAH JAWA

BUKU LUAR BIASA KUMPULAN RAMALAN DAN HAL-HAL GAIB DI SELURUH PENJURU TANAH JAWA

Ivan Taniputera
21 September 2015



Beberapa jilid buku ini merupakan kumpulan luar biasa berbagai ramalan dan hal-hal gaib di seluruh penjuru Tanah Jawa. Berikut ini adalah jilid-jilid yang tersedia.

JILID 1



Judul: De Javaansche Geestenwereld
Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,
Verduidelijkt Door Petangan's of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik
Penulis: H. A. van Hien
Jilid 1. De Geschiedenis der Godsdiensten op Java
Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.
Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia
Jumlah halaman: 425 
Bahasa: Belanda.

Berikut ini adalah daftar isinya:






Jilid pertama ini berisikan berbagai hal yang luar biasa. Sebagai contoh, terdapat uraian mengenai dewa-dewa Hindu:

"PARABRAHMA

de God der Brahmanen, de Almacht, Die, vereenzelvigd met het Nirwana, de oorsprong is van alles, wat bestaat. In de Weda's wordt uit eerbied Zijn naam niet genoemd, doch vervangen door:......." (halaman 20).

Terjemahan:

"PARABRAHMA

Dewa kaum Brahmana, Yang Maha Kuasa, yang disamakan dengan Nirwana, merupakan asal muasal segala sesuatu yang ada. Dalam Weda, karena rasa hormat, maka nama Beliau tidak pernah disebutkan, namun digantikan oleh:....."

Lalu terdapat pula legenda mengenai asal muasal terjadinya perhitungan Wuku (Pawukon), sebagaimana tercantum di halaman 72:

"In der beginne der heerschappij van Batara Goeroe op aarde, was zijn rijk verdeelde in vijf hoofd en vier onderdeelen. De vijd hoofddeelen, zijnde het Oosten, Westen, Zuiden, Noorden, en Midden, hadden ieder een zekeren dag van oppergebied, van marktijd en van gezag. De vijf dagen vormden een kleine tijdcirkel..."

Terjemahan:

"Pada awal masa pemerintahan Batara Guru di muka bumi ini, daerah kekuasaannya dibagi menjadi lima bagian utama dan empat bagian lanjutan. Kelima bagian utama itu adalah Timur, Barat, Selatan, Utara, dan Tengah, masing-masing mempunyai kekuasaan atas hari-hari tertentu, sebagai penanda waktu dan aturan. Kelima hari itu membentuk satu siklus kecil...."

Selanjutnya dalam buku ini juga dibahas mengenai jenis-jenis makhluk halus baik berasal dari tradisi India maupun Jawa. Sebagai contoh adalah:

"719 PHISATJA dan 720 PHISATJIS

de zoogenammde vampires, die in holen en kloven huizen en voornamelijk er op uit gaan, om menschen en dieren en al waat leeft kwaad te doen en hun het bloed uit te zuigen. Eenige van deeze reuzen, die in de mythologie met naam genoemd worden, zullen wij trachten in het kort the beschrijven." (halaman 119).

Terjemahan:

"PHISATJA DAN PHISATJIS

Merupakan semacam vampir, tinggal dalam gua dan jurang-jurang serta keluar mencari manusia, hewan, dan makhluk hidup guna melakukan sesuatu yang jahat dengan menghisap darah mereka. Beberapa makhluk ini yang namanya disebutkan dalam mitologi akan kita ulas secara ringkas..."

Lalu terdapat pula uraian mengenai legenda-legenda Jawa, misalnya mengenai asal muasal iblis, dunia, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah nama-nama makhluk halus dalam kepercayaan Jawa:

1. DE TJINOENOEK
2. DE KABO KAMILI
3. DE DADOENG AWOES'S
4. DE POTO
5. DE SAWAN
6. DE SARAP
7. DE DHENGEN
8. DE MADJOESI
9. DE GENDROEWA
10. DE WEWE
11. DE KOENTHIANAK
12. DE BONTOT
13. DE BANASPATI
14. DE SETAN OESOES
15. DEN DJERANGKONG
16. DE ANTOE DARAT
17. DE ANTOE LAOET
18. DE KEMAMANG
19. DEN BISOE
20. DE LAMPOR
21. DE LAHA
22. DE BLORONG
23. DE GOENDHOEL
24. DE BELIS
25. DE SATO
26. DE DINKEL
27. DE TETELO
28. DE KITJIWIS
29. DE GEBLOEK
30. DE KEBLEK

dan lain-lain, masing-masing dengan penjelasannya. Secara keseluruhan terdapat 93 jenis hantu yang diulas dalam buku ini.

Meskipun demikian, pada halam 238 hingga 243, terdapat tambahan 24 jenis hantu (spoken) lagi, namun beberapa di antaranya mendapatkan pengaruh tradisi India.

Pada halaman 266 hingga 271 diulas mengenai malaikat-malaikat yang kemungkinan dari namanya mencerminkan pengaruh Arab. Sebagai contoh adalah: Djabarail, Mikail, Israfil, Idjrail, Malakal Maoet, Asrael, Roeman, Moenkar, Nakir, dan lain sebagainya. Masing-masing beserta ulasannya. Selanjutnya terdapat pula tabel yang menghubungkan antara nama bintang beserta malaikat. 

Pada halaman 282 hingga 285 terdapat uraian mengenai selamatan beserta tata caranya.

Selanjutnya, terdapat uraian mengenai pengaruh-pengaruh iblis, makhluk halus, dan hantu terhadap manusia, antara lain menimbulkan penyakit. Sebagai contoh, ini adalah penyakit-penyakit yang ditimbulkan beserta hari berjangkitnya penyakit.

"Zaterdag: Rechter oor, knieen, en beenderenstelsel.
Donderdag: Linker oor, dijen, voeten, en slagaderensysteem." (halaman 287).

Terjemahan:

"Sabtu: telinga kanan, lutut, dan tulang
Kamis: telinga, paha, kaki, dan sistem arteri Kiri......"

Terdapat uraian mengenai tradisi ruwatan (kias) terhadap urutan kelahiran anak yang dianggap kurang baik beserta sesajiannya.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.






JILID II




Judul: De Javaansche Geestenwereld
Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,
Verduidelijkt Door Petangan's of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik
Penulis: H. A. van Hien
Jilid II. A. De Bedoewi's en hun Pawoekon's (Orang Badui dan Pawukon mereka). B. De Tiang Tengger en hun Ngelmoe (Tiang Tengger dan Ngelmu mereka).
Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.
Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia-C
Jumlah halaman: 338
Bahasa: Belanda dan Indonesia (Melayu).
Buku ini mengupas mengenai Pawukon (perhitungan Wuku) dan juga beberapa metoda ramalan atau petangan.

Berikut ini adalah daftar isinya:



Ini adalah contoh halaman yang memuat perhitungan wuku beserta keterangannya, seperti tentang selamatan dan lain sebagainya.




Berikut ini adalah contoh-contoh halaman lainnya, yang memuat berbagai petangan  atau ramalan dan lain sebagainya. 
Cara meramal cukup sederhana, dapat menggunakan dadu atau kartu domino. Pertama-tama dengan melihat daftar pertanyaan dan sesudah itu dicocokkan dengan tabel jawabannya.





JILID III






Judul: De Javaansche Geestenwereld
Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,
Verduidelijkt Door Petangan's of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik
Penulis: H. A. van Hien
Jilid III. De Tiang pasek an hun Tengerans en de Mohammedanen en hun Primbons.
Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.
Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia-C.
Jumlah halaman: 374.
Bahasa: Belanda dan Indonesia (Melayu).
Buku ini memuat berbagai hitungan dalam primbon. Berikut ini adalah daftar isinya:



Di dalamnya diulas pula ramalan garis tangan, fisiognomi, dan lain sebagainya. Terdapat uraian mengenai tempat-tempat keramat, seperti gunung, sungai, makam dan lain sebagainya.

Sebagai contoh adalah uraian mengenai Gunung Sumbing:

"Goenoeng Soembing, Goenoeng Sindoro, Deze bergen worden door de Javanen Vereerd.  Deze vereering vloeit voort uit een legende, die vermeldt dat deze bergen vroeger menschen zijn geweest en wel broeders." (halaman 9).

Terjemahan:

"Gunung Sumbing, Gunung Sindoro. Gunung-gunung ini dihormati oleh orang Jawa. Penghormatan ini berasal dari legenda yang meriwayatkan bahwa gunung-gunung ini dulunya adalah manusia yang saling bersaudara."

Terdapat uraian mengenai tanda-tanda kuda yang baik. 

Firasat telinga berbunyi, muka terasa panas, dan lain sebagainya juga dibahas di dalamnya.

Yang menarik terdapat primbon khusus bagi merampok, yakni mencari saat yang baik dalam melancarkan aksinya (Primbon Ngetjoe, Ngampak, Membegal, dan Maling, Kerojok).

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






JILID V




Judul: De Javaansche Geestenwereld
Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,
Verduidelijkt Door Petangan's of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik
Penulis: H. A. van Hien
Jilid V. De Primbons
Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.
Penerbit: Bandoeng, Fortuna, 1913
Jumlah halaman: 148 (ada beberapa halaman terakhir yang hilang).
Bahasa: Belanda dan Indonesia

Ini merupakan buku yang sangat unik, berupa kumpulan berbagai ramalan dan perhitungan dalam primbon yang pernah digunakan di pulau Jawa (mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur). Berikut ini adalah daftar isinya:




Buku ini memuat berbagai perhitungan, misalnya perhitungan mengenai naga tahun dan naga bulan. Ternyata terdapat perbedaan antara perhitungan arah naga bulan di Jawa Barat dan Tengah dengan di Jawa Timur. Adapun perbedaan itu antara lain:

Di Jawa Barat dan Tengah:
Bulan Rabingoel-awal (Rabiul Awal), naga terletak di timur, jatingarang terletak di selatan, ridjal terletak di barat, dan sambang banger terletak di utara.

Di Jawa Timur:
Bulan Rabingoel-awal (Rabiul Awal), naga terletak di selatan, jatingarang terletak di barat, ridjal terletak di utara, dan sambang banger terletak di timur.

Perhitungan hari buruk pada masing-masing bulan, juga terdapat perbedaan. Adapun perbedaan itu antara lain:

Di Jawa Barat dan Tengah:
Bulan Soera, hari Senin dan Selasa.

Di Jawa Timur:
Bulan Soera, hari Sabtu dan Minggu (Ngahat).

Terdapat pula berbagai hitungan mengenai perjalanan, pindah rumah, mencari pencuri, dan bahkan terdapat pula primbon-primbon untuk keperluan khusus, seperti primbon perang, perang sabil, dan perang bakat, primbon untuk penjahat (ngetjoe, gampak, membegal, dan maling kerojok), dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:








Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.