Tampilkan postingan dengan label peranakan Cina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peranakan Cina. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2016

BUKU ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI TIONGHOA HIAP GIE HWEE KWAN DI YOGYAKARTA

BUKU ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI TIONGHOA HIAP GIE HWEE KWAN DI YOGYAKARTA.
.
Ivan Taniputera.
11 April 2016.
.

.
Judul: Pengatoeran Darie Perhimpoenan Hiap Gie Hwee Kwan Die Jogjakarta.
Penulis: -- tidak diketahui.
Jumlah halaman: 20
Tertjitak oleh Mataramsche Drukkerij, Firma Tjan Lian Tjioe, Jogja, 1917.
.
Hiap Gie Hwee Kwan Die merupakan organisasi Tionghoa yang didirikan di Jogjakarta pada tanggal 27 Juni 1906. Tujuannya adalah tolong menolong dalam hal kematian di antara pada anggotanya.
.
Susunan pengurusnya adalah:
.
1 President
1 Vice-president
1 Thesaurier
1 Secretaris
1 2de Secretaris
8 Bestuusleden
1 Hoofd-commisaris
1 Adjunct
4 Commissarissen. (Art. 2)
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 26 Februari 2015

BUKU ANGGARAN ORGANISASI DANAKEMATIAN TIONGHOA KHO SIEN HAP KIET YANG DIDIRIKAN TAHUN 1869

BUKU ANGGARAN ORGANISASI DANAKEMATIAN TIONGHOA KHO SIEN HAP KIET YANG DIDIRIKAN TAHUN 1869
.

26 Februari 2015
Ivan Taniputera
.




Judul: Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Fonds Kematian "Khoe Sien Hap Kiet," Djakarta: Didirikan Pada Tanggal 21 September 1869

Jumlah halaman: 36



Buku ini memuat aturan organisasi Tionghoa bernama Kho Sien Hap Kiet. Tujuan perkumpulan dipaparkan pada halaman 3:



"Maksud Fonds Kematian ini adalah menulung ongkos mengubur kepada anggauta-anggauta dan berikutnja jang meninggal dunia, jang diangkat dari suatu fonds jang terkumpul dari bantuan anggautanja..."



Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:











Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 07 Agustus 2014

MAJALAH GEMA OEY TIONG HAM CONCERN NOMOR 8, TAHUN II, AGUSTUS 1952

MAJALAH GEMA OEY TIONG HAM CONCERN NOMOR 8, TAHUN II, AGUSTUS 1952


Ivan Taniputera
7 Agustus 2014




Judul: Majalalah Gema Oey Tiong Ham Concern (OTHC) nomor 8, tahun II, Agustus 1952
Jumlah halaman: 36.

Berikut ini adalah daftar isinya:




Majalah ini berisikan berbagai hal menarik antara lain kenang-kenangan perjalanan ke Surabaya dan Malang. Kita dapat mengetahui bagaimana perjalanan wisata di masa itu.

"Tg. 21 Djuni 1952.
Stasion TAWANG djam 5.30 pagi: hibuk sibuk diantara para excursisten jang dengan wadjah berseri-seri penuh pengharepan siap sedia untuk berangkat ke Surabaja; mas BAGONG dengen sweater hitam sembari kempit mapnja, kelihatan repot mondar-mandir dengan dibantu oleh engkoh HWAT TJING alias "our little man from Archive Department", sedang mengatur "embarkement" segenap pengikut dalam wagon istimewa jang akan membawak kita ke Surabaja. Waah, animo kali ini memang heibat, sampepun beberapa engso's jang dalam trip2 j.l., OPOR belum pernah nampak, kali ini ikut memperbesar rombongan kita. Dari djumlah para pengikut, hampir separo ada terdiri dari wanita. "Hura, hiduplah semangat ber-excursie!!"..." (halaman 22)

Terdapat pula artikel dalam bahasa Belanda mengenai riwayat yogi terkemuka, Paramhansa Yogananda. Juga terdapat iklan-iklan zaman dahulu.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 18 Juni 2014

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA MENGENAI SILUMAN BURUNG KAKATUA YANG MENIKAH DENGAN MANUSIA

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA MENGENAI SILUMAN BURUNG KAKATUA YANG MENIKAH DENGAN MANUSIA


Ivan Taniputera
19 Juni 2014




Judul: Nona Souw Tian Nio Atawa Siloeman Boeroeng Kakatoea, terdapat keterangan: jaitoe satoe siloeman boeroeng jang soeda kawin pada manoesia, jang achirnja soeda membawa broentoeng dalem penghidoepannja.
Selanjutnya masih terdapat pula kisah mengenai Prawiro, yakni seorang lelaki mata keranjang.
Penulis: Tan Boen Kim
Jumlah halaman: 66
Penerbit: Kantoor Tjitak Lie Tek Long, Pintoe Besar Batavia, tanpa angka tahun, tetapi masih menggunakan ejaan van Ophuysen

Buku ini mengisahkan mengenai siluman burung kakatua yang menikah dengan manusia:

"Dengan menoeroet djalannja natuur, jang doenia ini semingkin lama ada semingkin berobah; kerna, apa jang doeloe tiada, sekarang soeda mendjadi ada; dan apa jang doeloe ada,-boeat di ini djaman-, ampir boleh dibilang soeda mendjadi linjap sama sekali. Hal mana kita bisa membri boekti pada pembatja; jaitoe koetika di setengah abad jang telah laloe, barang jang gaib dan aneh, seperti bioscope, gramaphoon machin terbang, kawat-oedara dan sebaginja, boleh dibilang koetika itoe tida ada sama sekali. Tapi sekarang, itoe segala benda jang boleh mengheranken pada manoesia, sekarang oerang soeda tida anggep kaheranan lagi.

Begitoe djoega apa jang di djaman doeloe ada mempoenjai; seperti setan, iblis, djin, siloeman dan peri-peri, tapi boeat di ini waktoe soeda tiada ada; atawa lebi betoel........." (halaman 3-4).

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.





Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 22 April 2014

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA: DOSA MENOEMPOEK DOSA

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA: DOSA MENOEMPOEK DOSA

Ivan Taniputera
22 April 2014




Judul: Dosa Menoempoek Dosa, Tjerita Roman no. 156, 15 December 1941
Penulis: Monsieur Ido Jr., Adiwerna
Penerbit, Tjerita Roman, 1941
Jumla halaman: 128

Buku ini dibuka dengan mengisahkan seorang wanita muda sedang sakit bernama Tjeng Nio:

I.

BOEOROENG TJOELIK

Malem ada gelap..............

Mega mendoeng melajang-lajang di oedara jang item, dan angin menioep santer, hingga daon-daon poehoen jang kering terbang kean kemari.
Kilat jang poetjat sabentar-bentar menjamber, dibarengin dengan goentoer jang berboenji tidak poetoesnja.

Lampoe-lampoe minjak jang kelak-kelik di sepandjang djalan jang betjek bantoe menambahken malem djadi lebih serem.

Disana sini tinggal soenji.......

Tapi pada malem itoe, dalem keada'an jang serba menakoetin, Tjeng Nio lagi menangis sedih diatas iapoenja bale-bale toea.......

Tjeng Nio lagi sakit, dia ia sakit begitoe keras boleh djadi soedah deket pada adjalnja......

Toch Tjeng Nio masih moeda......

Badannja koeroes kering, moekanja poetjat sebagi kertas, dan napasnja saben-saben kandas...............

Doeloe brangkali Tjeng Nio ada satoe prampoean berparas loemajan, djikaloe tida bisa dibilang tjantik. Sekarnag ia keliatan djelek, pipinja kempot, precies sebagi tengkorak.

Di samping ia ada berloetoet satoe baboe toea jang soedan oebanan, mbok Karoen.

Karoen menangis kemati-matian sebagimana Tjeng Nio telah menangis sedih sedari sore. Tapi dengen tangisannja Karoen, dan iapoenja doa-doa, keliatan sakitnja Tjeng Nio tida bisa ditoeloeng lagi.

Di laen kamar dalem itoe roemah bilik ada rebah satoe anak prampoean ketjil, jalah Eng Nio, anaknja Tjeng Nio.

Adalah Eng Nio jang masih terlaloe ketjil. Ia belon mengerti apa-apa, belon mengerti nasib, dan belom mengerti itoe waktoe iboenja lagi bergoelet dengan Malekat Elmaut. Melaenkan tidoer, dan Eng Nio teroes tidoer poeles.........

Kemoedian keliatan Tjeng Nio sedikit djadi lebih sabar. Ia boeka matanja jang tjelong, laloe minta aer minoem, dan Karoen dengen sigra ambilken itoe.

"Dimana Eng Nio, mbok......?" menanja Tjeng Nio dengen soeara ditenggorokan.

"Masih tidoer....." menjaoet Karoen....."

Berikut ini adalah contoh halaman-halamannya:



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

SASTRA MELAYU TIONGHOA: SIRADA DARI TELAGA TOBA

SASTRA MELAYU TIONGHOA: SIRADA DARI TELAGA TOBA

Ivan Taniputera
22 April 2014




Judul: Sirada dari Telaga Toba, Tjerita Roman no. 39 Maart 1932
Penulis: Njoo Cheong Seng
Penerbit: Tjerita Roman, Soerabaia, 1932
Jumlah halaman: 103

Pada bagian pembukaan terdapat penjelasan sebagai berikut:

"Ditoelis sebagi peringetan dan iapoenja perdjalanan mengoelilingi telaga Toba, meliwati Haranggaul, Prapat, dan Balige dan teroes sebrangi Telaga-Toba (Tobameer) menoedjoe ke Poelau Samoesir, dimana ada mendjadi tempat kediamannja bangsa Batak-Toba. Sampe pada taoen 1906 Samoesir itoe masih berhoeboeng dari bagian seblah Barat dari tanah Sumatra, tapi sesoeda itoe waktoe itoe dam jang ketjil telah terpoetoes, maka Samoesir telah berobah mendjadi satoe Poelau.

Poelau Samosir 27 Sept. 1929

TELAGA TOBA

I

SUMATRA

Belon pernah ada touristen bangsa Asia sia-siaken Sumatra, itoe poelau jang mempoenjai pemandangan paling indah boekit jang berbaris-baris, telaga-telaga jang indah dan besar, goenoeng-goenoeng jang tinggi, dengen oetan-oetan jang lebar dan lebat. Touristen-bereau di Java ada seakan-akan mempoenjai satoe sorga boeat diatoerken kepada ia poenja toekang mengoembara, dan bikin marika beranggepan bahaoea Hindia Nederland boekannja satoe negri mati.

Sumatra ada satoe poelau jang mempoenjai paling banjak goenoeng, teroetama goenoeng-goenoeng api. Goenoeng-goenoeng api itoe......"

Selain itu terdapat pula tambahan cerita berjudul Senjoeman Paling Achir, karya Tan Sioe Tjhay. Isinya mengisahkan percintaan antara Miss Chen atau Chen Lien Hua dan Mr. Wu Hsiu Liang. Keduanya hidup pada era tahun 1930-an, yakni semasa perjuangan melawan keangkara murkaan Jepang.

Berikut ini adalah contoh halaman-halamannya:



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 17 April 2014

BUKU TENTANG TRADISI DAN PERANAKAN CHINA BESERTA PECINAN

BUKU TENTANG TRADISI DAN PERANAKAN CHINA BESERTA PECINAN

Ivan Taniputera
17 April 2014




Judul: In En Om De Chineesche Kamp
Penulis: J. Moerman Jz.
Penerbit: N.V. Kon, Boekhandel en Drukkerijen G. Kolff & Co., 1929
Jumlah halaman: 319
Bahasa: Belanda

Buku ini berisikan seluk beluk tradisi dan peranakan China beserta kawasan Pecinan. Berikut ini adalah daftar isinya.



Berikut ini adalah beberapa kutipannya:

"In den loop der eeuwen bleef de belangstelling der Chinezen niet alleen bestaan, ze wakkerde aan en onafgebroken vloeide de stroom immigranten. Vooral toen de Mandsjoes China te vuur en te zwaard onderwierpen (1644 en volgende jaren) en velen in Zuid-China zich niet onder de vreemde dynastie wilden schikken, nam de uittocht uit China die zich naar Indie, richtte, sterk toe." (halaman 14).

Terjemahan:

"Seiring dengan berjalannya waktu kepentingan bangsa Tionghoa tidak lagi terpenuhi, sehingga mendorong terjadinya arus perpindahan yang tak terputus. Terlebih lagi ketika bangsa Manchu menaklukkan China (1644 dan seterusnya) dan banyak penduduk China selatan yang tidak ingin berada di bawah kekuasaan dinasti asing, melarikan diri dari China menuju ke Hindia."

Pada halaman 24 juga dijelaskan lagi pembagian sub suku Hokkian yang bermigrasi ke Hindia Belanda:

"a.de Tjiang-tsjioe-Chineezen, komende uit de streek van dien naam (ook geschreven Chang-chow), die en Westen van Emoy ligt.
Waarschijnlijk waren het de Tjiang-tsjioe's, die de eerste bezoeken aan Indie brachten;
b.de Tsoan-tsjioe's, komende uit de streek Tsoan-tsjioe (Ch'uan-chow) die ten Noorden van Emoy ligt.

Het verschil tusschen de dialecten dezer gebieden is vrij groot; toch is het Emoy-dialect voor beide groepen verstaanbar.

c.Uit het district Hok Tsjia ten Z. van de hoofstad der provincie Hok-tsjioe (Foochow) komen nog de Hok-tsjia's.

Terjemahan:

a.Orang China Tjiang-tsjioe, berasal dari kawasan yang menyandang nama tersebut (juga ditulis Chang-chow), terletak sebelah Barat Emoy (Mandarin: Xiamen).
Barangkali orang Tjiang-tsjioe merupakan yang pertama mengunjungi Hindia Belanda;
b.Orang Tsoan-tsjioe, berasal dari kawasan Tsoan-tsjioe (Ch'an-chow) yang terletak sebelah utara Emoy.

Perbedaan antara kedua dialek itu relatif besar; namun dialek Emoy dapat dipahami oleh kedua kelompok tersebut.

c. Dari distrik Hok Tsjia yang terletak di sebelah selatan  ibukota provins Hok-tsjioe (Foochow) masih terdapat lagi orang Hok-tsjia."

Di halaman 41 terdapat daftar surat-surat kabar peranakan Tionghoa, sebagai contoh.

Di Batavia terdapat Sin Po, Keng Po dan Perniagaan
Di Surabaya, terdapat Soeara Publiek, Pewarta Soerabaja dan Sin Yit Po
di Semarang terdapat Warna Warta dan Djawa Tengah.
Di Bandung terdapat Sin Bin.
Di Medan terdapat Tjin Po dan Pelita Andalas.
Di Padang terdapat Sinar Sumatra dan Radio

dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh halamannya.




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.