Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2014

BUKU PROPAGANDA JEPANG TENTANG PEMBELAAN TANAH AIR

BUKU PROPAGANDA JEPANG TENTANG PEMBELAAN TANAH AIR

Ivan Taniputera
2 April 2014




Judul: Belum diketahui [Sampul buku hilang]
Penulis dan penerbit: Belum diketahui [Sampul buku hilang]
Jumlah halaman: 186.

Buku ini berisikan propaganda Jepang serta tata cara pembelaan tanah air. Sebagai contoh, propaganda itu nampak pada halaman 3:

"Tentang sebab-sebabnja maka meletoes perang Asia Timoer Raja ini, sesoenggoehnja tidak perloe kami oeraikan dengan pandjang lebar lagi, sebab ra'jat oemoem soedah moelai insaf tenang peri hal itoe; tetapi agar soepaja kita dapat memperoleh kejakinan, bahwa perdjoeangan kita pada waktoe ini, soenggoeh-soenggoeh berdasar kepada kebenaran dan ke'adilan, baiklah kami koepas djoega dengan serba ringkas, akan kedjahatan-kedjahatan moesoeh, Amerika, Inggeris, dan Belanda, dalam beberapa abad jang lampau ini."

Pada halaman 5:

"Sementara itoe Amerika, jang selaloe mengoetjapkan "kemanoesiaan" dimoeloetnja, merampas Philipina dengan menipoe Spanjol, dan meroebah sama sekali paham pikiran ra'jat Philipina, jang sesoenggoehnja bangsa Asia asli itoe, sehingga mendjadi setjara bangsa koelit poetih belaka; dan selandjoetnja Amerika masoek menjeloendoep ke Tiongkok, dan disama mereka bersekoetoe dengan Inggris oentoek mengadoe dombakan sesama bangsa Asia,....."

"Betapa poelakah hal Belanda? Boekankah ia tidak sadja memeras kekajaan Indonesia, melainkan selaloe poela ia mempermainkan tipoe dajanja oentoek melemahkan rohani dan djasmani 70 djoeta bangsa Indonesia. Malahan mereka selaloe bersegan-segan lagi enggan akan memberi kesempatan kepada bangsa Indonesia, oentoek memegang sendjata...."

Kemudian pada halaman 28 dijelaskan mengenai makna pembelaan tanah air:

"Hal membela tanah air itoe boekanlah soeatoe hal jang roewet-roewet, dan boekan poela hal jang tidak lazim, melainkan adalah tanggoengan kita jang patoet lagi moedah dikerdjakan; ja'ni pekerdjaan menentang, menangkis dengan tangan kita sendiri, orang jang datang hendak membinasakan tanah air kita."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.




Berikut ini adalah lagu Mars Tentera Pembela


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 14 April 2013

Buku Panduan Berbahasa Melayu, Belanda, Jepang, Mandarin, Hokkian, Hakka, Kanton, dan Inggris


BUKU PANDUAN BERBAHASA MELAYU, BELANDA, JEPANG, MANDARIN, HOKKIAN, HAKKA, DAN KANTON



Ivan Taniputera
4 Februari 2013
.



Judul: "East Asia: How to Speak Malay, Dutch, Japanese, Mandarin, Fuhkien, Hakka, and Cantonese." 
Penerbitnya:  Boek en Handelsdrukkerij, De Pertoendjangan v/h Tjiong Koen Bie, N.V. Batavia. Namun tidak disebutkan tahun terbitnya. 
Kendati demikian, pada bagian "Pertimbangannja Toean Ong Hong Siang (F. C. Wang), Inspecteur sekola T.H.H.K. Tentang Boekoe "East Asia," halaman VII tertera "Batavia, 15 Tjia Gwee Soantong II." Soantong adalah nama tahun pemerintahan Kaisar Puyi. Oleh karenanya buku ini nampaknya diterbitkan pada kurang lebih tahun 1909, yakni semasa Dinasti Qing masih berkuasa. 
Jumlah halaman: 257.


Inilah adalah buku kuno yang sangat menarik bagi para pemula yang ingin mengenal delapan bahasa, yakni Melayu, Belanda, Jepang, Mandarin, Hokkian, Hakka, Kanton, dan Inggris.  Buku ini nampaknya dahulu ditujukan bagi para pelancong atau turis yang ingin mengadakan perjalanan di Asia Timur. Namun apa yang nampaknya menarik bagi saya adalah perbandingan antara berbagai dialek bahasa Tionghoa, seperti Hokkian, Hakka, dan Kanton. 




Pada halaman-halaman buku di atas kita dapat menjumpai frasa dan kata-kata yang disampaikan dalam delapan bahasa, yakni Melayu, Belanda, Jepang, Mandarin, Hokkian, Hakka, Kanton (Guangdong atau Kwitang), dan Inggris. Khusus bahasa Mandarin disertai pula aksara Han (Hanzi). Kemudian bahasa Inggris juga dilengkapi cara membacanya.

Sebagai contoh, pada halaman 20-21; pada bahasa Melayu tertulis Minoem tee. Bahasa Belandanya adalah "Drink een kopje thee. Bahasa Jepangnya adalah Tja wo o agarinasai, Mandarinnya adalah Jien tjha. Hokkiannya adalah Tjiah te la. Hakkanya adalah  Sjit tjha. Kantonnya adalah Jam thja. Inggrisnya adalah Drink a cup of tea. Sebagai catatan, bahasa Melayu di sini adalah cikal bakal bahasa Indonesia. Jika pada saat sekarang ada upanya memperbaharui buku ini dan menerbitkannya ulang tentu saat bermanfaat bagi para penggemar bahasa Tionghoa.

Bagi yang memerlukan foto kopi buku ini silakan menghubungi saya di ivan_taniputera@yahoo.com.