Jumat, 18 November 2016

BUKU TENTANG TAFSIR MIMPI MENURUT TRADISI TIONGHOA

BUKU TENTANG TAFSIR MIMPI MENURUT TRADISI TIONGHOA
.
Ivan Taniputera.
18 November 2016
.

Judul: Prihal Mengimpi: Bergoena akan menerangken alamatnja sasoeatoe impian jang telah diimpiken.
Terdapat keterangan: Tersalin dari Kitab Tionghoa, Oey Tee Le Khing, See San Khie, Kay Bong Tjoan Tji.
Penulis: Lie Sian Seng.
Jumlah halaman: 64.
Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co, Tjiong Koen Liong, Batavia, 1922.
.
Buku ini membahas mengenai makna berbagai impian dari cerita-cerita terkait pemenuhan suatu impian. Sebagai contoh:
.
“Ngimpi dapet boekoe atawa kertas-kertas, itoe ada satoe alamat bakal mendapet oentoeng dalem pakerdjahan.” (halaman 30).
.
Selanjutnya dapat kisah pula mengenai impian:
.
“Satoe student laen nama Poei Lim waktoe maoe bikin examen ada mengimpi satoe setan boeat maen gantang, dan waktoe mendoesin ia lantas piatin sendiri maksoednja itoe impian.
Gantang dalem bahasa Tionghoa diseboet “Tauw”, sedeng setan diseboet “Koei”, maka kaloe itoe doea hoeroef digaboeng djadi satoe, hoeroefnja poen ada diseboet “Kwi” djoega, tapi artinja “examen”. Maka dengen girang ia lantas pergi bikin examen, jang njata telah beroleh maksoednja.” (halaman 64).
.
Berikut ini adalah daftar isinya.
.

.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.


.


Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 02 November 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN BERISIKAN KUMPULAN BERITA NEGARA HINDIA BELANDA 1816-1835

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN BERISIKAN KUMPULAN BERITA NEGARA HINDIA BELANDA 1816-1835
.
Ivan Taniputera.
3 November 2016.
.



Judul: Staatsbladen van Nederlandsch-Indie. 1e deel van 1816 t/m 1835.
Penulis: Mr. J. Sibenius Trip.
Jumlah halaman: 465
Penerbit: Javasche Boekhandel & Drukkerij, Batavia, 1897
Bahasa: Belanda dan beberapa bagian bahasa Melayu/ Indonesia.
.
Buku ini berisikan kumpulan berita negara Hindia Belanda (Staatsbladen) antara 1816-1835.
.
Di dalamnya antara lain dimuat perjanjian aturan surat izin berlayar dengan sultan Siak (halaman 269). Pada buku ini tercantum dalam bahasa Melayu/ Indonesia:
.
“Dengan nama Padoeka Seri Jang di-pertoewan besar Soeltan.... maka kata Jang dipertoewan moeda.... mengaroenijaken soerat inie, akan di pakai hingga doewa belas boelan lamanja, kapada.... djoeragan prahoe... jang terlangkap di..... besarnja.... dan jang berlajar memakai bandera......”
Terdapat pula daftar gaji pada pejabat di Residentie (Karesidenan) Riouw (Riau), sebagai contoh:
.
Resident per tahun f. 14.000,-
Kommies per tahun f. 2.000,-
Klerk per tahun f 900,-
.
Pada halaman 297 terdapat pula sumpah (eed) yang harus diucapkan seorang dokter:
.
“Ik zweer (beloof) dat ik de genees- en heelkunde, volgens de daaroop wettelijk gestelde bepalingen, naar mijn beste weten en vermogen zl uitoefenen......”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.



.



.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 11 Oktober 2016

BUKU BERUSIA 150 TAHUN MENGENAI PENAKLUKAN

BUKU BERUSIA 150 TAHUN MENGENAI PENAKLUKAN KOLONIAL
.
Ivan Taniputera.
9 Oktober 2016
.


.
Judul: Redevoeringen Over Koloniale Onderwerpen in de Tweede Kamer der Staten-Generaal
Penulis: Mr. W. Wintgens
Penerbit: Gebroeders Belinfante, 1866.
Jumlah halaman: 339.
Bahasa: Belanda.
.
Buku merupakan hasil ceramah mengenai penaklukan kolonial di hadapan parlemen Belanda. Berikut ini adalah daftar isinya:
.

.

.
Berikut ini adalah beberapa kutipannya:
.
“Hij heeft gewaagd vaan de 114 millioenen en van Demak en Grobogan; wapenen, behoorende in een verouderd arsenaal, die thans veel van hunne kracht verloren hebben. “ (halaman 204).
.
Terjemahan:
.
“Ia telah merisikokan 114 juta dan dari Demak serta Grobogan; persenjataan yang disimpan dalam gudang senjata usang, yang karenanya telah kehilangan banyak kekuatannya.”
.
Selanjutnya, penulis juga menyinggung sistim tanam paksa (cultuurstelsel):
.
“Dat stelsel zou niet vatbaar zijn voor uitbreiding. Het zou een eigenaardige trek van dat stelsel zijn dat het voor geene ontwikkeling vatbaar is.” (halaman 204).
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.

.

.

.
Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 30 Agustus 2016

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON.
.
Ivan Taniputera.
30 Agustus 2016
.

.
Judul: Kelenting Koan Iem “Tiao-Kak-Sie” di Tjirebon.
(Di keloearkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen).
Penulis: J.L. J.F. Ezerman, disalin oleh S. M. Latif.
Penerbit: Drukkerij Volkslectuur, Weltevreden, 1922.
Jumlah halaman: 57.
.
Buku ini membahas mengenai seluk beluk Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon. Berikut ini adalah uraian mengenai waktu dibangunnya kelenteng:
.
“Sjahdan maka tidaklah ada soerat-soerat atau tjerita-tjerita jang mengabarkan waktoe kelenting itoe dibangoenkan. Tahoen jang terlama tertoelis didalamnja jaitoe tahoen 1658. Tahoen itu tertoelis pada doea boeah papan ketjil “paai” namanja, jang berisi pepatah atau peri basa pendek-pendek akan djadi kehormatan bagi dewa-dewa. Biasanja pada “paai “ itoe tertoelis disebelah kiri dibawah nama orang jang memberikan dan sebelah kanan tahoen pemberian itoe. “Paai” jang hamba seboetkan diatas itoe letaknja sekarang didinding belakang dan diatas tempat poedjaan sebelah roesoek,..........
Pada tahoen 1658 roepanja telah adalah kelenting itoe, tetapi waktoe orang mendirikannja tiadalah terseboet dimana-mana. Hanja jang ada tertoelis waktoe-waktoe orang memperbaiki kelenting itoe, jaitoe pada tiga boeah toelisan: pada tahoen 1791, 1829, dan 1889...” (halaman 5).
Selanjutnya terdapat pula uraian mengenai masing-masing bagian kelenteng ini.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.

.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 23 Agustus 2016

MAJALAH PERHIMPULAN PEMUDA TIONGHOA HSIAO YOU HUI

MAJALAH PERHIMPUNAN PEMUDA TIONGHOA HSIAO YOU HUI.
.
Ivan Taniputera.
23 Agustus 2016
.


Judul: Verslag dari “Hsiao You Hui” dalem boelan December 1929.
Penulis: --
Jumlah halaman: 10.
Penerbit:--
.
Ini merupakan majalah bagi perkumpulan “Hsiao You Hui,” yang merupakan organisasi pemuda Tionghoa. Pada halaman paling depan dijelaskan bahwa nama perkumpulan ini akan diubah menjadi “Hua Chiao Tsing Nien Hui” atau “Hua Chiao Tsing Nien Chung Hui.”
.
Pada majalah ini diulas pula mengenai sejarah perkumpulan tersebut. Pendiriannya berlangsung sekitar 1913 oleh siswa-siswa THHK Semarang.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.


Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 20 Agustus 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGULAS TENTANG CHINA DAN PERMASALAHANNYA

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGULAS TENTANG CHINA DAN PERMASALAHANNYA.
.
Ivan Taniputera.
20 Agustus 2016
.

.
Judul: Oeroesan Tiong Kok 15 Tahon di Moeka
Penulis: T. H. Phoa Sr.
Penerbit: Tjiong Koen Bie & Co., Pintoe Besar Batavia, 1909
Jumlah halaman: 30.
.
Buku ini membahas seluk beluk politik Tiongkok dan hubungnnya dengan bangsa Barat. Sebagai contoh, adalah ulasan mengenai Perang Candu dari sisi orang China:
.
“Tentang hal peperangan Tiong Kok - Inggris jang diseboet djoega perang tjandoe, semoewa orang tantoe soedah dengar; tetapi brangkali tjoemah sedikit sadja jang mengarti, bagimana dalam ini paperangan teroes meneroes Inggris ada berlakoe amat boewas pada rahajat Tiong Kok, jang - akaen mendjalanken kasopanan - soedah membantah boewat dikasih masoek tjandoe, jang mendjadi ratjoen boewat marika itoe.” (halaman 3).
.
Di dalamnya juga ada kecaman terhadap bangsa Barat:
.
“Demikianlah kira-kira pikirannja kabanjakan orang bangsa Europa, koetika di Tiongkok ada terbit hoeroe-hara; tetapi marika itoe tida taoe, bahoewa fatsal oeroesan Tiong Kok ada lebih dalam ; boekan bangsa Tiong Hoa jang boewas, tapi bangsa Europa jang seperti rampok, lantaran ingin kaoentoengana dan banjak oewang; dan boekan dengan bermaksoed soetji soedah bersarang di Tiong Kok - bersendjata dengan senapan dan meriam, dan jang lebih heibat lagi, jaitoe dengan tjandoe jang ija kasih masoek di sitoe dengan lakoe jang kedjam dan paksa, melawan pada kahendaknja rahajat Tiong Kok, boewat ratjoeni marika itoe jang tida sekali membri lantaran satoe apa.” (halaman 1).
.
Buku ini juga menyerukan perlawanan terhadap dinasti Qing (1644-1912) yang dianggap sebagai sumber kemerosotan China:
.
“Kaloe dinastie rampok (Boan) bisa atoer betoel pamerintahan, boewat mana ija soedah dapat tempo (+- 300 tahon) jang lebih dari tjoekoep, tantoelah radja-radja Barat tida nanti balas soerat itoe dengan meriam dan kapal perang.
Hina’an, tjatjian dan nista’an jang kita dapat dari lain bangsa, itoe samoewa ada dari lantaran boesoeknja Boan, maka itoe, kaloe Mandsjoe dynastie soedah laloe dari karadja’an Han, oeroesan Tiong Kok poen tantoe djadi selesih, dan negri kita - Han, djoega tida dihinggapi lagi oleh itoe penjakit jang heibat.” (halaman 30).
.
Dengan demikian, nampak bahwa semangat perlawanan terhadap dinasti Qing yang didirikan bangsa Manchu (disebut Boan dalam buku ini) juga tersebar hingga ke Kepulauan Nusantara.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.

.
Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 26 Juli 2016

BUKU ANGGARAN DASAR DAN ATURAN RUMAH TANGGA PERHIMPULAN TIK GIE HWEE DI BANYUMAS

BUKU ANGGARAN DASAR DAN ATURAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN TIK GIE HWEE DI BANYUMAS
.
Ivan Taniputera.
26 Juli 2016
.
Terdapat dua buku yang berkenaan dengan perhimpunan ini.
.
BUKU PERTAMA
.


.
Judul: Huishodelijk Reglement dari Vereeniging “Tik Gi Hwe” Banjoemas, disahken dalem Algemeene Leden Vergadering ddo. 14 September 1934.
Penulis: --
Jumlah halaman: 13
Bahasa: Indonesia
.
Buku ini berisikan aturan-aturan rumah tangga (huishodeliji reglement) Perhimpunan Tik Gi Hwee di Banyumas.
.
Pendirian dan tujuannya adalah sebagai berikut:
.
Artikel 1
.
“Ini perkoempoelan memake nama TIK GIE HWEE dan meneroesken Vereeniging HOE BO HWEE jang didiriken oleh pendoedoek Tionghoa di Banjoemas koetika 15 Go Gwee 2457 (sekitar 1906).
.
Artikel 2
.
“Ini perkoempoelan didiriken dengan maksoed:
.
a. Menoeloeng leden dengen oewang diwaktoe kematian.
b.Kasi pindjem barang-barang jang perkoempoelan ada poenja diwaktoe leden kematian atawa mengawinken.”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.



.



.
BUKU KEDUA
.



.
Judul: Statuten dan Huishoudelijk Reglement dari Vereeniging “Tik Gie Hwee Banjoemas (Diterima baik dalem Algemeene Vergadering DD. 29 Juli 1937).
Penulis: --
Jumlah halaman: 18
Bahasa: Indonesia.
.
Buku ini membuat berbagai aturan terkait perkumpulan tersebut dan menjadi pelengkap bagi buku pertama. Pada Artikel 1 dijelaskan mengenai keanggotaan perhimpulan.
.
“Artikel 1
.
Jang bisa diterima mendjadi lid tjoema meloeloe bangsa Tionghoa jang soedah beroesia 20 tahoen menoeroet itoengan tjapdjishio. Orang Tionghoa lelaki jang soedah beroesia 20 tahoen haroes masoek lid, anak prampoean jang beloen menikah dikatjoealiken.”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.



.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 24 Juli 2016

BUKU ATURAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN TIONGHOA HOO HAP

BUKU ATURAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN TIONGHOA HOO HAP.
.
Ivan Taniputera.
24 Juli 2016
.

.
Judul: Huishoudelijk Reglement Vereeniging Hoo Hap Sectie Tjilatjap dan Huishoudelijk Reglement Vereeniging Hoo Hap Afdeeling Song Soe Kiong.
Penulis:--
Jumlah halaman: 31.
.
Buku ini berisikan aturan rumah tangga Perhimpunan Hoo Hap daerah Tjilatjap dan bagian Song Soe Kiok.
.
Berikut ini adalah tujuan-tujuan Perhimpunan Hoo Hap:
.
“a. memperbaiki dan mempersatoeken bangsa.
b.membangoenken ketjintaan bangsa.
c.beroesaha saboleh-boleh toeloeng-menoelong dalem perkara jang baik dan teroetama berdaja-oepaja mengangkat deradjat & kehormatan bangsa Tionghoa di seloeroeh Hindia Olanda dalem artian jang loeas dan sehat....”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Senin, 18 Juli 2016

BUKU RAMALAN PETANGAN DENGAN ANGKA YANG UNIK

BUKU RAMALAN PETANGAN DENGAN ANGKA YANG UNIK
.
Ivan Taniputera.
17 Juli 2016
.



Judul: Ilmu Petangan Dengan Angka
Penulis: Tidak diketahui
Penerbit: Tjermin, Surabaya, cetakan ke-6, 1955
Jumlah halaman: 20.
.
Ini adalah buku ramalan yang unik di mana Anda dapat melakukan peramalan sendiri terkait segala sesuatu yang Anda tanyakan. Caranya tidak sulit. Anda tinggal menuliskan saja pertanyaan Anda. Sebagai contoh: Apakah saya dapat membeli mobil?
Selanjutnya hitung jumlah huruf masing-masing kata dalam kalimat pertanyaan di atas.
.
Apakah = 6 huruf
Saya = 4 huruf
Dapat = 5 huruf
Membeli = 7 huruf
Mobil = 5 huruf.
.
Jadi kita dapat menuliskannya menjadi: 6, 4, 5, 7, 5.
Selanjutnya jumlahkan lagi masing-masing angka dengan angka di sebelahnya.
.
6+4 = 10; karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 10-9 = 1.
4+5 = 9
5+7 = 12, karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 12-9 = 3
7+5 = 12, karena jumlahnya lebih dari 9 maka kurangilah dengan 9; 12-9 = 3.
.
Didapatkan urutan angka 1, 9, 3, 3.
.
Selanjutnya lakukan penjumlahan lagi dengan angka di sebelahnya.
.
1+9 = 10. 10-9 = 1
9+3 = 12. 12-9 = 3
3+3 = 6
.
Hasilnya adalah urutan angka: 1, 3, 6
.
Jumlahkan kembali seperti di atas.
.
1+3 = 4
3+6 = 9
.
Lalu jumlahkan 4 dan 9, sehingga hasilnya 13. Kurangi 13 dengan 9, sehingga menghasilkan 4. Jadi jawaban Anda adalah angka 4. Lalu cari maknanya di bagian jawaban:
.
“Djangan mengharap apa-apa, badan sial, banjak halangan. Terima seadanja sadja dulu ; lain hari boleh lihat lagi.”
.
Dengan demikian, pada kesempatan kali ini belum terdapat kesempatan membeli mobil.
.


.
Selain itu dalam buku ini masih terdapat petangan-petangan angka lainnya.
.
Petangan dengan angka 1 sampai 8
Petangan dengan dua dadu.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.


.


.


.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 14 Juli 2016

BUKU KUMPULAN TULISAN MENGENAI ORANG TIONGHOA ZAMAN HINDIA BELANDA

BUKU KUMPULAN TULISAN MENGENAI ORANG TIONGHOA ZAMAN HINDIA BELANDA.
.
Ivan Taniputera.
15 Juli 2016
.


 .
Judul: Mr P. H. Fromberg Verspreide Geschriften
Penulis: Mr. P. H. Fromberg (Pieter Hendrik Fromberg, 1857-1924)
Penerbit: Leidsche Uitgevermaatshappij, Leiden, 1924
Jumlah halaman: 815
Bahasa: Belanda.
.
Buku ini merupakan berbagai kumpulan tulisan Fromberg mengenai orang Tionghoa di Indonesia pada zaman Hindia Belanda dan juga berbagai aturan perundangan terkait dengannnya,
.
Sebagai contoh di dalamnya terdapat tulisan mengenai pergerakan dan keadaan orang Tionghoa di Jawa:
.
“Inlanders mochten over Java reizen zoender pas. De chineesche opkooper van rjist, tabak, kapok, enz., daarentegen moest zich voor elken tocht van de kota naar de plaats van opkoop bij het bestuur van een reispas voorzien...” (halaman 405).
.
Terjemahan:
.
“Kaum bumiputera yang dapat mengadakan perjalanan di Jawa tanpa izin. Para pedagang beras, tembakau, kapas, dan lain sebagainya dari kalangan Tionghoa sebaliknya setiap kali mengadakan perjalanan dari kota ke tempat pembelian harus meminta surat izin dari pemerintah..”
.
“Voor het onderwijs van het chineesche kind werd niets gedaan. De term “inlandsche bevolking”, in art. 125 van het regeer, reglement, hetwelk den Gouverneur-generaal opdraagt vor het oprichten van scholen ten dientste der inlandsche bevolking te zorgen, omvat niet de met haar gelijkgestelde....” (halaman 405).
.
Terjemahan:
.
“Mengenai pendidikan anak-anak Tionghoa tidak ada yang dilakukan. Istilah “penduduk bumiputera,” menurut pasal 125 dan demikian pula perintah gubernur jenderal tentang pendirian sekolah-sekolah bagi penduduk bumiputera, tidak mencakup yang disetarakan dengan mereka...”
.
Selanjutnya terdapat pula beberapa stastistik mengenai pendidikan anak-anak Tionghoa di masa itu:
.
“Trekt men van de 3525 kinderen van Vreemde Oosterlingen (zie bl. 112 Algem. Verslag), de 2697 kinderen af die de Hollandsch-Chineesche scholenn bezochten, dan houdt men 828 kinderen van Vreemde Oosterlingen over, die op de Euroapeesche scholen waren toegelaten.....” (halaman 486).
.
Terdapat pula penjelasan bahwa anak-anak Tionghoa tidak diperkenankan memasuki sekolah-sekolah pemerintah:
.
“Geen betere illustratie dan het bericht in de “Javabode” van Nov. 1910 inhoudende, dat “de oud-luitenant der Chineezen te Meester-Cornelis, Gouw Eng Djian, ontslag heeft gevraagd als lid van den gemeenteraad aldaar, omdat hij geen zitting kon nemen in den raad eener gemeente, waar zijn kinderen de gouvernementsscholen niet mogen bezoeken. De oud-luitenant leidde dit laatste af uit de afwijzende beschikking welke de Regeering genomen had op het verzoek van den kapitein-titulair Oey Ek Kian om de beperkende bepalingen in zake de toelating van Chineesche kinderen tot de Europeesche scholen in te trekken.” (halaman 486).
.
Terjemahan:
.
“Tiada gambaran lebih baik sebagaimana yang dimuat dalam surat kabar "Java Bode" November 1910 yang menyatakan bahwa "mantan letnan Tionghoa di Bogor, Gouw Eng Djian, sewaktu ditanya sebagai anggota Dewan Kota sana, kendati ia tidak dapat memberikan suara pada dewan sutu kota, anak-anaknya tidak diperkenankan memasuki sekolah-sekolah pemerintah . Mantan Letnan terakhir tersebut menyimpulkannya berdasarkan penolakan Pemerintah atas permintaan kapten-kohormatan Oey Ek Kian mengenai pencabutan ketentuan persyaratan sehubungan penerimaan anak-anak Tionghoa ke berbagai sekolah Eropa.”
.
Selain itu, di dalamnya juga dibahas mengenai undang-undang kepemilikan, sewa tanah, pernikahan, pewarisan, dan lain sebagainya bagi orang-orang Tionghoa.
Berikut ini adalah daftar isinya.
.


.


.


.
Berikut ini adalah berbagai contoh halamannya.



.


.


.


.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.