Senin, 15 April 2013

BUKU UNIK BERJUDUL "SURJA GESANG"


BUKU UNIK BERJUDUL "SURJA GESANG"

Ivan Taniputera
27 Februari 2013

Saya baru saja mendapatkan buku unik berjudul "Surja Gesang." Pada bagian sampulnya tertulis bahwa pengarangnya bernama Sapphire dan buku ini diterbitkan oleh Badan Penerbit Kwa Giok Djing, Kudus, Djawa, Indonesia. Buku ini tanpa tahun terbit, meskipun demikian diperkirakan berasal dari tahun 1950-an. Buku ini mengandung beberapa hal menarik, seperti ramalan para peramal Tiongkok terkemuka (Tjiu Lu Bong atau Kiang Tju Ge, Khong Bing atau Zhuge Liang, Lie Kauw Hong, Song Tjao Khong Tjiat, serta Lauw Phik Un), ajaran-ajaran mengenai kebajikan, kekuatan batin, dan lain sebagainya.




Kita akan menelaah beberapa kandungan buku menarik ini.

RASIANJA KEKUATAN BATIN

Pada halaman 7-9 terdapat bab berjudul "Rasianja Kekuatan Batin."

Kita akan mengutipkan bagian pembukaannya:

"Susunan otak dan sjaraf2 machluk hidup bukan hanja mempunjai tenaga kekuatan untuk berfikir, melihat, mendengar, mentjium bahu dan merasa, jang mengambil djalan liwat pantjaindera sadja. Tapi pun mempunjai djuga tenaga kekuatan gaib, jang maski tak tertampak njata, namun pengaruh kekuatan tadi dapat dirasakannja dengan agak tegas.
Sebagai bukti tentang adanja tenaga kekuatan gaib jang dimaksudkan diatas, dapatlah kita mengambil tjontoh2, jang dapat dikatak lazim terdjadi dalam pergaulan hidup sehari-hari.
1.Seekor burung perkutut sedang enaknja beristirahat di atas tjabang sebatang pohon. Tiba2 datanglah seorang anak laki2 jang membawa sebuah senapan angin, siapa setelah dapat melihatnja lalu menembaknja, segera dengan berindap-indap berdjalan menudju kebawah pohon tersebut.
Karena tak mengetahui dan tak menjangka, bahwa dibawah ada sekorang anak jang hendak berbuat djahat terhadap dirinja, maka burung itu masih enak beristirahat dengan tenang.
Tapi ketika anak laki2 tadi mentjurahkan perhatian dan pikiran sambil mengangkat senapannya untuk ditudjukan ke arah burung tersebut, konjong2 burung itu jang tadinya beristirahat denga tenang berobah mendjadi begitu bimbang, sebentar berpaling ke sana sebentar pula berpaling kesini demikiran rupa atau malah kalah sebelum ia mendapat kesempatan untuk menembaknja."

Lalu disebutkan pula seorang ibu yang sanggup merasakan anak perempuannya sedang sakit, walaupun mereka tinggal berjauhan.

ILMU MENGIRIM TJIPTA (TELEPHATY)

Dimuat pada halaman 10-12

Diungkapkan bahwa ilmu mengirim tjipta atau mengirim pikiran di kalangan bangsa Asia bukan lagi barang baru. Disebutkan bahwa:

"Tjara untuk mendjalankan maksud tersebut, pada hakekatnja adalah mengheningkan tjipta dan mengerahkan fikiran bulat kearah satu tudjuan jang ditudjukan kepada orang jang dimaksudkannja."


Selanjutnya diuraikan lebih lanjut lagi mengenai seluk beluk ilmu telepati.

LETAKNJA PUSAT TENAGA GAIB

Dimuat pada halaman 13-16

Bagian ini mengulas mengenai sejarah perkembangan pandangan mengenai ilmu gaib baik di dunia Barat maupun Timur. Kita dapat membaca pula mengenai Dr. Friedrich Anton Mesmer, yang pada tahun 1734 menemukan metoda bernama mesmerisme (halaman 14).

Dr. James Braid yang berasal dari Inggris pada tahun 1841 telah berhasil menemukan hipnotisme.

Pada tahun 1866, Dr. Libault, seorang dokter Perancis setelah mempelajari dan menyelidiki rahasia-rahasia hipnotisme, mengemukakan bahwa sugesti memiliki peranan penting dalam hipnotisme.

Judul-judul bab-bab selanjutnya adalah

RASIANJA AWET MUDA DAN MEMPERKUAT PENGARUH BATIN..... halaman 17-19.

TIGA POKOK RASIANJA TENAGA KEKUATAN GAIB...... halaman 20-22.

TJIPTA DAN ILHAM.......halaman 23-25.

SIKAP DAN GERIK BANGKIT JANG BERTENAGA KEKUATAN MAGNETISM.....halaman 26-31.

MAKANAN JANG MEMPERBESAR TENAGAN KEKUATAN MAGNETISM......halaman 32-33.

VITAMINE DAN KESEHATAN BADAN DJASMANI DAN ROCHANI...... halaman 34-37.

RASIANJA MENARIK SYMPATHY ORANG...... halaman 38-41

PEDOMAN ACHLAK........ halaman 42-46.

RASIANJA MENJADI SESEORANG JANG BERPENGARUH, DITJINTA, DIHORMAT DAN DIHARGAI ORANG.... halaman 47-50.


Selanjutnya kita akan langsung melompat saja pada bagian yang memuat ramalan para peramal Tiongkok terkenal.

RAMALAN TJIU LU BONG (KIANG TJU GE)...... halaman 54-63.

Saya akan mengutipkan bagian pembukaannya.

"Thay Kik belum sampai waktunja, sendja telah liwat.

Hong Hauw Lie Kwee berduduk di atas batu. Sam Hong Ngo Tee (Tiga Pemerintahan, lima keizer) turun temurun. Keizer baru mengganti Keizer lama. Peraturan ini terus berdjalan mulai dari para leluhur dengan baik dan teratur. Demikianlah tulisan ini ditulis dalam dzaman Chou dynasty atau Tjiu Tiauw. 1122 tahun sebelum Kristus, dimana Tjiu Bu Ong, putera Bun Ong, sedang duduk di atas tachta dan menguasai semuanja, dengan baik dan harmonisch, dan keradjaan Tjiu turun temurun selama dalam 800 tahun.
Thay Kong, demikianlah nama gelaran Keizer Tjiu jang pertama, ialah Keizer Tjiu Bu Ong, putera Bun Ong, jang menduduki tachta pertama setelah dynasty Sang runtuh. Dynasty Tjiu berturut-turut temurun 35 Keizer, dengan sama sekali lamanja 874 tahun. Sedang kalau diramalkan delapan ratus tahun ini ternjata diambil bulatnja saja.

"Benang ketjil" (huruf "Djuan") dilenjaptkan tengahnja (djadi huruf "Lu") akan menerima warisan dunia. "Padi" (huruf "Hou") musim "Tjhun" (huruf "Tjhun") mengganti kepala "matahari" (menjadi huruf "Tjien").

Jang menjambung Tjiu Tiauw adalah dynasty Tjien, 221 tahun sebelum Kristus. Sedang Tjien Sie Ong itu sebenarnya adalah seorang she Lu, ialah anak dari Lu Put Wie.

Dunia semendjak itu tak kuat lama. Dua puluh tahun tak dapat dipertahankan..."

RAMALAN SIOK HAN KHONG BING MA TJING GO.... halaman 64-67.

Khong Bing ini juga dikenal sebagia Zhuge Liang atau Kong Ming. Saya akan mengutipkannya sebagai berikut:

Pek Hok San Tjeng Su Goan

Diterdjemahkan setjara merdeka, dengan tak bersjair oleh: Sapphire.


No.1.

Tak bertenaga kembali keangkasa.
Membongkok badan binasa.
Malam bertinggal, siang bersembahjang.
"Delapan" "ribu" "satan" "perempuan."


Tafsiran:
Setelah Tju Kat Liang (Khong Bing) meninggal. Tjiauw Liat Tee menjerah kepada negeri Gui. (Huruf "Gui" adalah rangkaian dari huruf2 "delapan" "ribu" "perempuan" dan "satan").

No.2

"Api" berada di atas "api"
Dalam sinar lilin terdapat bumi.
Menjebut nama tak benar.
Kiangtung ada matjannya.

Tafsiran:
Suma Yan (huruf "api" diatas "api" menjadi huruf "Yan") memukul runtuh Gui. Bing Tee berkota radja di Kian Khang, wilajah provinsi Kiangtung.

No.3

Katjau bilau keadaan Tiong Goan (Tiongkok).
Negara tak berradja.
"Dua" "tiga" tempat duduknja.
"Rumput" berdiri "kaju" berachir.

Tafsiran:
Dua tiga berarti dua dan tiga menjadi lima, jaitu lima keradjaan (Ngo Tay) mulai berdiri dengan keizer she Siauw (huruf jang berkepala "rumput") dan keizer jang penghabisan adalah seorang she Njoo (huruf jang memakai rangkaian huruf "kaju").

No.4

"Delapan belas" "anak laki2.
Bangun di Tay Goan.
Bergerak segera dapat terbebas.
Matahari, bulan menghiasi langit.

Tafsiran:
"Delapan belas", anak laki2" berarti huruf "Lie", jaitu Lie Yan, ajah Lie Sie bien, menggerakkan tentaranja dan telah berhasil merebut tachta keradjaan, menghapuskan ahala Swie dan mendirikan ahala Tong, dimana ia telah menjadi Keizer jang pertama.

No.5

Diantara lima puluh tahun.
Djumlahnja "delapan".
Orang ketjil djalannja pandjang.
Machluk hidup kena ratjun thee.

Tafsiran:
Houw Ngo Tay (Lima keradjaan jang terbelakang) terdiri dari delapan nama keluarga (she) dan sekali lamanja waktu adalah 53 tahun.

No.6

Hanja langit jang keluar air,
Menurut koderat adalah keharusan manusia.
Dalam keras luar lunak,
Tanah mengeluarkan "emas".

Tafsiran:
Tio Song Jok nampak madju. Dunia nampaknja baik. Tapi tiba2 suku bangsa Kiem memberontak, hingga diramalkan diluar nampak lunak didalam  keras (genting). "Emas" diartikan suku bangsa Kiem.

No.7

Satu "permulaan" dimulai pula.
Dengan keras menempati tengah.
Lima lima turun temurun.
Engkau barat saja timur.

Tafsiran:
"Permulaan" (Goan) diartikan: Goan Tiauw. Lima lima diartikan lima menjadi sepuluh, jaitu dynasty Goan turun temurun 10 turunan. Engkau barat saja timur berarti terpetjah belah dan terbagi-bagi.


No.8.

"Matahari" dan "bulan" menghiasi langit.
Warnanja hampir-hampir merah.
Halus dan lambat.
Menggerombol enam belas daun.

Tafsiran:
Huruf "matahari" (Djiet) dan huruf "bulan" (Gwat) berdjadjar menjadi huruf "Bing" diartikan dynasty Bing atau Bing Tiauw. Warnanja hampir merah, warna merah ini adalah warna gintju, jaitu diartikan "Tju." Tju Thay Tju, keizer pertam dari keradjaan Bing Tiauw.

No.9

"Air" "Bulan" ada "djuragan".
"Bulan" "lama" menjadi radja.
Sepuluh turunan habis.
Saling menghormat sebagai tetamu.

Tafsiran:
Huruf "air" (Sha tiam tjui), huruf "bulan" (Gwat) dan huruf "Djuragan" (Tju). Kalau ketiga huruf ini dirangkaikan, jaitu huruf "air" (Sha tiam tjui), huruf "djuragan" (Tju) dan huruf "bulan" (Gwat), maka menjadi huruf "Tjhing". jaitu diartikan dynasty Tjhing atau Tjhing Tiauw.
Lama (Ko) bulan (Gwat), dirangkaikan menjadi huruf "Auw" ialah suku bangsa Auw (bangsa2 utara).
Dynasty Tjhing adalah Sun Tie Kun jang mendjadi keizer jang pertama kalinja dan Swan Thong mendjadi keizer jang penghabisan.

Note: Selandjutnja tak diberi tafsiran pula, hanja silahkan pembatja suka merabah2 sendiri.

No.10.

Dibelakang babi dimuka kerbo.
Seribu orang hanja sebuah mulut.
Lima dua djatuh harga.
Kawan datang sama tak menjalankan.

(Waktu bendera Lima Warna?)

No.11.

Empat pendjuru pintu tiba2 dibuka.
Menjerbu masuk sebagaimana datangnja.
Fadjar menjingsing ajam djantan berkokok.
Peraturan (Tao) kerusakan besar.

(Waktu bendera Tjhing Thian Pek Djiet?)

No.12

Menolong jang lemah menghibur jang susah.
Itulah perbuatan seorang nabi.
Wilajah Yang (sebelah selatan gunung dan atau sebelah utara aliran air besar dinamai yang) kembali dan memegang kendali pemerintahan.
Waktu malam buta timbul sinar terang.

(Waktu bendera Lima Bintang Kuning menaburi dasar Merah?)

No.13

Bagus tapi tak lupa hutan.
Dunia serumah.
Tak ada nama tak ada kebetjikan.
Tionghoa gilang gemilang.

No.14

Setelah meramal sampai disini.
Ramalan ini berachir.
Dimuka dulu dibelakang sekarang.
Peraturan akan berdjalan baik.

RAMALAN LIE KAUW HONG... halaman 68-74.

Ramalan Lie Kauw Hong ini merupakan hasil pertanyaan Raja Lie Sie Bien, yakni pada tahun Tjing Koan ke VII, bulan 5 tanggal 19:

"Thay Tjong menanja Lie Kauw Hong: "Kini negara aman dan tenteram. Kamu pandai meramal, maka dapatkah kamu meramal, kelak siapakah jang akan menjerang negara kita dan sehabis dynasty kita ini siapakah jang akan duduk bertachta? Harap kamu terangkan satu demi satu."

"Seri Baginda Maha Radja: Untuk mengetahui jang akan datang harus menengok apa jang telah lampau. Djika kendali pemerintahan dipegang oleh seorang jang mulia dan bidjaksana, maka negara akan aman dan makmur. Sebaliknja kalau dipegang dalam tangan seseorang jang tidak djujur dan kurang bidjaksana, maka sudah barang tentu negara akan tuntuh. Inilah sudah menjadi koderat alam". mendjawab Lie Kauw Hong.

Itulah bukan pertanyaan kami. Kamu pandai menghitung dan meramal, maka setelah keradjaan kita ini aman damai, mulia, dan djaja, maka achirnja siapakah jang akan merebut kendali pemerintahan kita dan demikian pula selandjutnja berganti-ganti dari satu kelain dynasty?

SJAIR DARI SONG TJAO KHONG TJIAT.... halaman 75-77

Beliau merupakan pujangga dari zaman Dinasti Song. Syairnya terdiri dari sepuluh bait yang ditafsirkan sebagai babakan-babakan nasib bangsa Tionghoa di masa mendatang.

Syair pertama adalah sebagai berikut:

Pintu Sorga terbuka lebar senantiasa.
Sini lahir sana binasa;
Negara maski mulia.
Namun belum sentausa (Song membuat astana di Pian An).
Tak pertjaja "emas" menjadi bahaja (pemberontakan suku bangsa Kiem=Emas).

RAMALAN LAUW PHIK UN..... halaman 78-85

Lauw Phik Un dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai Liu Bowen. Ramalan ini dibuat semasa dinasti Ming.

====================================================================

Bagian selanjutnya mengulas mengenai sejarah Tiongkok mulai zaman Sam Hong (San Huang = Tiga Penguasa) dan Ngo Tee (Wu Di = Lima Kaisar). Selanjutnya melangkah maju dengan menjelaskan riwayat singkat dinasti-dinasti terkemuka Tiongkok dengan nama kaisarnya. Uniknja nama-nama kaisar ditulis dalam dialek Hokkian. Sebagai contoh adalah nama-nama kaisar Dinasti He (Xia):

Nama/Gelaran Keizer     Mulai naik tachta (Sebelum Kristus)    Lamanja bertachta berapa tahun

Ie, bergelar Tay Ie                          2205                                                       8
Kee, putera Ie                                 2197                                                       9
Tay Kong, putera Kee                       2188                                                      29
Tiong Kong, sdr muda Tay Kong        2159                                                      13
Siang, putera Tiong Kong                  2146                                                      28
Siao Kong, putera Siang                    2118                                                      61
Sie, putera Siao Kong                        2057                                                      17
Hway, putera Sie                               2040                                                      26
Bong, putera Hway                             2014                                                     18
Eh, putera Bong                                 1996                                                      16
Put Kang, putera Eh                            1980                                                      59
Pian, sdr muda Put Kang                     1921                                                       21
Kien, putera Pian                                1900                                                       21
Khong Ka, putera Put Kang                   1879                                                      31
Kao, putera Khong Ka                           1848                                                     11
Hwat, putera Kao                                 1837                                                     19
Kiat, putera Hwat                                 1818                                                     52
                          Lamanja dynasty He itu adalah                                              439 tahun


=============================================================


Berikutnya adalah terjemahan bagi Surat (Serat) Djoko Lodang........halaman 112-124; lalu masih ada lagi:

RAMALAN BAHAJA KUNING....... halaman 124

RAMALAN PETJAHNJA PERANG DUNIA III....... halaman 125-127

RAMALAN DWI PUDJANGGA INDONESIA ....... halaman 128

DJANGKA DJAJABAJA ................... halaman 129-136

RINGKASAN PERHITUNGAN MENDJODOHKAN PENGANTIN DAN HARI KAWINNJA ........... halaman 138-153

HIKAJAT SJECH TEKO WARDI ........... halaman 154-156

PEPALI DARI KJAI AGENG SOLO ........... halaman 156-164

Lalu terdapat beberapa doa untuk keperluan sehari-hari ........... halaman 165-178

PENGARUHNJA BURUNG PERKUTUT PADA MANUSIA dan hal-hal lain terkait burung perkutut..... halaman 179-184

Dan sebagai penutup adalah FIRASAHNJA ORANG PEREMPUAN ............... halaman 185-188.


Bagi yang berminat memiliki kopi buku ini dapat menghubungi inbox atau email ivan_taniputera@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar